Libatkan Anak-anak, Pelaku Seks Berkelompok di Australia Dapat Pengurangan Hukuman

ABC Australia - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 13:15 WIB
Perth -

Seorang pria yang terbukti melakukan hubungan seks secara berkelompok dengan gadis usia 8 tahun di Perth, Australia Barat, kini mendapatkan pengurangan hukuman. Kasus seks berkelompok itu melibatkan empat orang dewasa dan seorang anak-anak.

Terpidana Seks Berkelompok:
  • Terpidana Tracey Coulter terekam melecehkan gadis di bawah umur dan melakukannya bersama-sama ibu dan ayah tiri anak itu
  • Terpidana mengaku melakukannya sebanyak tiga kali
  • Kini banding yang diajukan Terpidana dikabulkan pengadilan dan hukuman dikurangi dari 21 tahun jadi 17 tahun penjara

PERINGATAN: Artikel ini mengandung konten deskriptif yang mungkin tak menyenangkan

Pria bernama Tracy Coulter (58 tahun) telah mengakui perbuatannya pada awal tahun ini, setelah ditemukannya barang bukti berupa memory card berisi video aktivitas seks berkelompok tersebut.

Video itu menunjukkan anak gadis itu dilecehkan "secara bersama-sama" oleh Coulter, ibunya dan ayah tirinya. Baik ibu maupun ayah tiri anak itu tak bisa disebutkan namanya demi melindungi identitas korban.

Dalam persidangan di Pengadilan Perth terungkap bahwa para orang dewasa itu bertemu melalui "kelompok seks swingers" - yaitu hubungan seksual yang dilakukan dengan beberapa pasangan.

Coulter mengakui perbuatannya yang terekam dalam video, termasuk hubungan seksual dengan anak usia 8 tahun itu.

Dia telah divonis hukuman penjara 21 tahun, yang termasuk hukuman penjara terlama yang pernah dijatuhkan di pengadian Australia Barat dalam kasus pelecehan seksual anak-anak.

Hukuman terlama untuk kasus serupa sebelumnya pernah dijatuhkan kepada sindikat pedofil yang menawarkan putrinya yang masih di bawah umur untuk ditiduri oleh orang dewasa.

Dalam kasus Coulter, dia langsung mengaku bersalah sehingga korban tidak perlu lagi dihadirkan dalam persidangan terbuka.

Bandingnya dikabulkan
Three officers, including one carrying a large paper bag, walk down steps outside a modern, suburban home.

Polisi membongkar aktivitas seks berkelompok yang melibatkan ibu dan anaknya yang masih di bawah umur di Australia Barat. (Supplied: WA Police)

Coulter mengajukan banding terhadap vonis di pengadilan tingkat pertama, dengan dalih bahwa hukuman itu "sangat berlebihan".

Terpidana juga menilai hakim telah keliru menemukan contoh-contoh pelecehan seksual yang tidak ada dalam bukti rekaman.

Pengacara Terpidana, Seamus Rafferty, menambahkan vonis kliennya itu "tidak sesuai" dengan seluruh dakwaan terhadap kliennya.

Vonis banding kasus ini diputuskan dalam tempo seminggu sejak diajukan, dan memutuskan pengurangan hukuman untuk Terpidana menjadi 17 tahun.

Dengan demikian Couter harus mendekam selama 15 tahun di balik jeruji sebelum dia berhak dibebaskan bersyarat pada tahun 2033.

Orangtuanya mengaku bersalah

Beberapa hari sebelumnya, pengadilan di Perth juga mengadili kasus pelecehan terpisah yang dialami gadis di bawah umur itu bersama adik laki-lakinya. Terdakwanya adalah ibu dan ayah tiri kedua anak itu.

Gadis itu berusia antara lima dan sembilan tahun, sementara adiknya berusia antara empat dan delapan tahun pada saat mengalami pelecehan antara tahun 2011 dan 2015.

Pasangan Terdakwa ini tadinya telah mengaku bersalah atas perbuatan yang terekam dalam bukti video, namun mengaku tak bersalah atas dakwaan lainnya.

Tapi kedua Terdakwa kemudian mengubah sikapnya dan langsung mengaku bersalah atas seluruh dakwaan.

Keduanya akan dijatuhi vonis pada bulan Maret oleh hakim yang telah menghukum Tracy Coulter.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.



(ita/ita)