- Bayi Hamish Lidgerwood digigit saat sedang tidur di keranjangnya pada Rabu pagi
- Ibu Hamish mengatakan anaknya digigit ular bayi python zaitun yang tidak berbisa
- Hamish telah pulih setelah cobaan
Ketika Julia McLennan mendengar bayinya menangis di tengah malam, dia pikir anaknya mungkin hanya lapar.
Tapi betapa terkejutnya dia ketika menghampiri anaknya mendapati ada seekor bayi ular sanca berada di dalam keranjang anak lelakinya yang baru berumur delapan minggu.
"Saya langsung mengeluarkannya dari keranjang dan membawanya masuk dan meletakkannya di meja ganti ... dan melihat ada tiga atau empat gigitan di pipinya," katanya kepada ABC Radio Darwin.

Julia McLennan: Bekas gigitan ular di pipi bayi Hamish. (Supplied)
"Kami baru menempati properti ini enam bulan dan belum pernah melihat keberadaan ular di sekitar sini, dan saya sudah tinggal di NT selama 10 tahun dan selama itu juga saya telah beberapa kali melihat ular."
Matthew Lamb dari Taman Margasatwa Teritorial Utara mengatakan masyarakat perlu mewaspadai keberadaan ular selama bulan-bulan beriklim hangat ketika ular menjadi lebih aktif.
"Mereka bisa pergi ke mana saja - jika seekor ular bisa melewati kepalanya melalui lubang kecil, ia bisa membawa seluruh tubuh, jadi setiap lubang kecil yang masuk ke rumah Anda berpotensi menjadi pintu masuk," katanya.
"Namun, sebagian besar ular di kawasan NT ini tidak berbisa, kita cukup beruntung."
Matthew Lamb merekomendasikan masyarakat memasang kawat di sekitar titik masuk yang memungkinkan, menutup pintu, dan memastikan kebun tetap bersih.
Diterbitkan ulang dari artikel berbahasa Inggris disini. (ita/ita)











































