Bocah 2 Tahun Ini Selamat Setelah Telan 20 Baterai Mainannya

ABC Australia - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 09:59 WIB
Queensland -

Seorang bocah di Queensland, Australia, berhasil selamat setelah menelan 20 baterai kancing di rumahnya.

Saphira Harwood, 2, menemukan dan membuka satu bungkus baterai pada Sabtu (14/12/2019) malam dan mulai memakannya selama 20 menit.

Sang ibu, Hope Summers, menemukan paket baterai itu terbuka dan menyadari apa yang terjadi, ia segera menelepon layanan darurat.

"Saya tak bisa percaya seberapa cepat itu terjadi," katanya.

"Fakta bahwa ia bilang baterainya 'enak' adalah bagian paling menakutkan."

Ketika ambulans tiba, Saphira masih terlihat seperti biasanya.

"Ia sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda mengonsumsi baterai ini," kata Summers.

Saphira dilarikan ke rumah sakit Toowoomba tetapi ketika ia mulai merasa sakit, ia diterbangkan ke Brisbane untuk menjalani operasi demi mengeluarkan baterai.

Saphira Harwood, dan sang ibu, Hope, dilarikan ke Brisbane, di mana si balita menjalani operasi.

SaphiraHarwood, dan sang ibu, Hope, dilarikan ke Brisbane, di mana si balita menjalani operasi. (ABC News: Louisa Rebgetz)

"Baterai kancing adalah pembunuh senyap."

Hucker mengatakan jika baterai itu tertahan di kerongkongan, baterai itu langsung terbakar dan bisa berakibat fatal.

Tanda-tanda pencernaan bisa saja ringan, mulai dari batuk, nyeri dada, atau anak-anak kehilangan selera makan.

"Kita harus mencoba menghindari produk dengan baterai kancing sebisa mungkin," katanya.

"Jika Anda memiliki baterai kancing di barang-barang anda dan ada berbagai barang mulai dari kartu Natal hingga termometer, hingga lampu pena kecil dan sebagainya mereka harus dijauhkan dari anak."

Di Australia, 20 anak dibawa ke unit gawat darurat setiap minggunya dan sekitar satu anak setiap bulannya mengalami cedera parah karena menelan sesuatu.

Hope mengatakan ia punya baterai itu di rumah untuk salah satu mainan Saphira, tetapi sekarang ia sudah membuang semuanya.

"Mereka semua hilang dari rumah saya sekarang, tak akan ada lagi," katanya.

Simak berita-berita lainnya dariABC Indonesia



(ita/ita)