Bantuan Untuk Turis yang Mengaku Dijambret di Bali Mencapai Rp 170 Juta

ABC Australia - detikNews
Senin, 16 Des 2019 13:07 WIB
Jakarta -

Seorang turis asal Australia, Emma Bell, mengaku jika ia mengalami kecelakaan motor karena menjadi korban begal, namun kini pihaknya sudah memberikan pengakuan soal apa yang sebenarnya terjadi.

Awal Desember lalu, beredar pemberitaan soal Emma yang mengalami luka parah akibat terseret beberapa meter setelah tasnya dijambret pengendara sepeda motor.

Pihak Rumah Sakit BIMC di Kuta, tempat Emma dirawat membenarkan jika perempuan berusia 25 tahun sempat dirawat selama tiga hari dengan kondisi tulang hidung retak dan cedera kepala.

Sebelumnya, ABC melaporkan semakin banyak turis asing di Bali yang jadi mengalami kecelakaan karena dijambret, khususnya bagi mereka yang mengendarai sepeda motor.

Sesudah adanya pemberitaan tersebut, Polda Bali mengaku langsung mendatangi Emma yang saat itu tinggal di sebuah vila di kawasan Canggu Utara.

Tapi salah satu temannya mengaku kepada Polda Bali, jika Emma memang mengalami kecelakaan di kawasan Kerobokan, tapi bukan korban penjambretan.

Selain Polda Bali tak menemukan adanya laporan barang Emma yang hilang, belakangan diketahui jika ia memberikan pengakuan agar dapat mencairkan klaim asuransi di Australia.


'Tetap butuh dana' bantuan

Luka parah Emma

Emma mengalami luka parah, terutama di bagian wajah dan kepala. (Foto: Koleksi pribadi)

Di Bali, Dinas Pariwisata menyayangkan sikap Emma yang telah "berbohong" menjadi korban begal.

"Ini sudah mencoreng pariwisata Bali karena sempat diberitakan yang tentunya tidak baik bagi image pariwisata kita," ujar Putu Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Bali kepada wartawan.

Ia juga memuji sikap yang dilakukan Polda Bali untuk segera menyelidikinya dan berharap peristiwa ini memberikan "efek jera" bagi para turis asing.

"Perlu diwaspadai modus-modus seperti ini [akan] menjadi pelajaran bagi kita untuk waspada," ujar Putu, yang juga menghimbau pelaku industri wisata di Bali agar berhati-hati dengan tindakan turis.

Di akhir bulan November, seorang remaja pria asal Australia, Lawson Rankin mengalami kecelakaan motor setelah mencoba mengejar pelaku yang menjambret hape temannya yang sedang ia bonceng.

Lawson mengalami luka parah di kepala dan membuatnya ia terbaring dalam keadaan koma dengan biaya pengobatan mencapai Rp 300 juta dan tidak ditanggung asuransi karena tidak memiliki SIM internasional.

Warga asal Melbourne, Heather Woods juga pernah dilaporkan mengalami patah tulang selangkangan ketika seorang pengendara motor berusaha mengambil tasnya, bulan September lalu.

Beberapa bulan sebelumnya, seorang turis Singapura, Eugene Aathar, 24 tahun, dilaporkan menjadi korban begal, setelah hape-nya dijambret saat ia sedang mengecek Google Maps.

Simak berita-berita lainnya dari Australia hanya di ABC Indonesia.



(ita/ita)