detikNews
Rabu 04 Desember 2019, 14:08 WIB

Musim Demam Emas Kembali Terjadi di Australia Barat

ABC Australia - detikNews
Musim Demam Emas Kembali Terjadi di Australia Barat
Canberra -

Musim demam emas atau gold rush kini kembali terjadi di Australia Barat, menyusul dibukanya tambang emas terbesar di negara ini. Endapan emas yang ditemukan beberapa tahun lalu memiliki nilai ratusan juta dolar.

Tambang Gruyere yang berada di tanah Aborigin ini terletak di Gurun Pasir Great Victoria di timur laut kota emas bersejarah Kalgoorlie-Boulder.

Tambang ini ditaksir memiliki kandungan emas bernilai $ 621 juta.

Sebelum ditemukannya kandungan emas di sana pada Oktober 2013, tidak banyak orang percaya bahwa daerah terpencil itu memiliki logam mulia yang sangat besar.

Dengan tersedianya infrastruktur, kawasan di sekitar pertambangan Gruyere pun selama dua tahun terakhir telah tumbuh.

Pembangunan lapangan terbang pun mulai dikerjakan untuk mendatangkan 350 tenaga kerja. Begitu pula kamp penambangan baru dan pipa gas sepanjang 200 kilometer.

Tambang ini dimiliki secara bersama oleh perusahaan Australia Gold Road Resources yang menemukan deposit emas dan perusahaan tambang Afrika Selatan, Gold Fields.

Miner in front of open mine pit

Direktur Utama perusahaan tambang Gold Road Resources, Duncan Gibbs. (ABC News: Jarrod Lucas)

Beberapa hari sebelumnya, perusahaan tambang Australia, Saracen Mineral Holdings, telah membeli 50 persen saham tambang emas Super Pit di Kalgoorlie senilai $ 1,1 miliar.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertambangan Australia Barat Bill Johnston menyebut negara bagian ini tengah menikmati rekor harga logam mulia.

Gruyere adalah tambang emas kedua yang diresmikan dalam sepekan terakhir menyusul tambang Jaurdi.

"Saya rasa tidak keliru kalau kita katakan terjadi kembali demam di Australia Barat saat ini," ujar Menteri Johnston.

"Kita sudah lihat sendiri semua tambang emas baru ini dan ada juga kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung," katanya.

"Kami menyambut baik banyaknya kegiatan eksplorasi, begitu pula dengan pengembangan tambang yang ada," tambahnya.

Simak berita selengkapnya dalam Bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com