detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 11:38 WIB

Lia 'Tak Sendirian', Ada Ribuan Anak Indonesia Hidup dengan HIV

ABC Australia - detikNews
Lia Tak Sendirian, Ada Ribuan Anak Indonesia Hidup dengan HIV
Jakarta -

Namanya "Lia", usianya 14 tahun, siswa kelas 1 SMP di kawasan Jakarta Pusat yang memulai setiap paginya sebelum jam 7 pagi.

Di sekolah, Lia aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, seperti menari yang dilakukan setiap hari Kamis.

Ia juga memiliki bakat menggambar dan melukis, bahkan beberapa hasil lukisannya pernah dipamerkan bersama karya teman-temannya yang lain saat peringatan 17 Agustus.

Tak ada yang membedakan Lia dengan anak-anak seusia lainnya, hanya saja ia harus patuh minum antiretroviral, atau ARV, setiap jam 6 pagi dan 6 sore.

Obat ARV diberikan kepada mereka yang memiliki virus HIV agar bisa menekan jumlah virus sehingga tubuh mereka bisa terus bertahan, seperti Lia yang sudah hidup dengan HIV sejak lahir.

Anak-anak dengan HIV

Seperti anak-anak lainnya, anak-anak yang hidup dengan HIV tetap aktif sekolah dan bermain tanpa ada perbedaan. (Foto: Koleksi Lentera Anak Pelangi)

Meminum obat ARV setiap hari membuat anak-anak yang tadinya patuh kelak menjadi bosan, apalagi jika telah beranjak remaja dan memasuki masa pubertas yang berpotensi menjadi "berontak".

External Link: Facebook Lentera Anak Pelangi

Karenanya Lentera Anak Pelangi mencoba memberikan tambahan informasi, mulai dari menjaga kesehatan reproduksi, pengenalan apa itu HIV, hingga "disiapkan" karena mereka beresiko mendapat perlakukan diskriminatif.

"Yang paling terpenting adalah anak-anak diberi tahu bahwa mereka tidak sendirian, ada banyak anak-anak yang memiliki kondisi sama," kata Tasya.

Sejak 10 tahun berdiri, Lentera Anak Pelangi telah merawat lebih dari 100 anak-anak yang hidup dengan HIV.

Lewat sekolahnya yang berlokasi di kampus Universitas Katolik Atma Jaya Semanggi, Jakarta Pusat, mereka mencoba memberikan pelatihan untuk keterampilan hidup.

"Kami latih agar mereka bisa berekspresi, percaya pada kemampuannya sendiri, memiliki prestasi," kata Tasya.

Tujuan utamanya adalah mempersiapkan diri mereka sendiri ketika tahu hidup dengan HIV dan tidak kemudian merasa berbeda atau merasa rendah diri.

Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia kemarin (1/12/2019) Lentera Anak Pelangi juga ingin menegaskan soal hak anak dengan HIV untuk mendapatkan obat yang sesuai.

"Saat ini kebanyakan anak-anak mengkonsumsi obat ARV yang dipotong, digerus, karena dosisnya buat orang dewasa, dan rasanya pun pahit," tambah Tasya.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia




(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com