Sarjana dari Indonesia Dibayar Mahal Jadi 'Tukang' AC dan Listrik di Australia

Sarjana dari Indonesia Dibayar Mahal Jadi 'Tukang' AC dan Listrik di Australia

ABC Australia - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 12:55 WIB
Sydney -

Data terbaru di Australia menunjukkan 'tukang' AC menjadi salah satu jenis pekerjaan pertukangan, atau istilahnya 'tradie', dengan gaji terbesar mencapai hampir Rp 800 juta per tahun.

Didin Andijaya, akrab dipanggil Andy, adalah 'tukang' AC di Sydney kelahiran Malang yang mengaku mengawali karirnya dari nol.

Kepada ABC ia menceritakan awal kepindahannya ke Australia untuk mengambil S-2 di bidang bisnis internasional dari Macquarie University.

Ia kemudian menjadi penduduk tetap, atau 'permanent resident' Australia di awal tahun 2000-an, saat pengajuannya masih lebih mudah dibandingkan sekarang. Tapi setelah mendapatkannya, Didin malah kebingungan.

"Mencari pekerjaan untuk PR tetap sulit, karena mereka lebih mencari orang yang punya pengalaman, ketimbang bergelar master," ujar Andy yang dibesarkan di Jakarta.

Didin Andijaya

Andy kini telah memiliki perusahaannya sendiri di Sydney, yakni Astro Air yang bergerak di bidang layanan AC. (Foto: ABC Rural, Emma Brown)

Sejumlah peserta Working Holiday Visa mengaku mendapat penghasilan hanya $3 per jam, jauh di bawah upah seharusnya.

Lulusan Elektro dari Universitas Atma Jaya Jakarta ini mengaku hal yang berkaitan dengan listrik sudah menjadi hobinya sejak kecil, meski saat berada di Indonesia ia memilih bekerja di industri perbankan yang saat itu sedang 'booming'.

Saat berusia 44 tahun, Hilman memutuskan mengganti pekerjaannya menjadi seorang 'tukang' selama empat tahun, sebelum akhirnya memilih bidang keahlian listrik.

"Di Australia intinya tidak perlu takut dengan mencoba apa yang kita tak pernah lakukan sebelumnya di Indonesia," kata Hilman.

"Disini selalu ada ahlinya dan mereka mau berbagi asal kita bertanya dan baik-baik kepada mereka."

Setelah melakukannya beberapa tahun, Hilman mengaku pekerjaan menjadi "tukang" di Australia sebenarnya bisa dilakukan oleh warga Indonesia, asalkan mereka mau dan tidak mudah menyerah.

Sementara bagi Andy, pekerjaan menjadi "tukang" membuatnya bahagia dan itu tidak bisa diukur karena besarnya penghasilan.

"Ada kebahagiaan saat menyelesaikan pekerjaan yang membuat orang lain senang, semakin mereka senang, semakin bahagia juga saya," kata Andi.

Cerita suka duka kehidupan warga Indonesia di Australia, termasuk mencari pekerjaan dan studi bisa Anda ikuti hanya di ABC Indonesia. Ikuti juga komunitas kami di Facebook ABC Indonesia.



(ita/ita)