detikNews
Selasa 26 November 2019, 09:19 WIB

Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Asing Pertama yang Masuk Benua Australia

ABC Australia - detikNews
Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Asing Pertama yang Masuk Benua Australia
Canberra -

Meski Australia tidak memiliki bahasa resmi nasional, tapi Bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan sejak kedatangan penjelajah asal Eropa.

Padahal bahasa Melayu asal Indonesia justru tercatat sebagai bahasa asing pertama yang masuk dan dipelajari di benua Australia.

Bahasa ini pertama kali diperkenalkan kepada suku asli yang tinggal di Australia Utara pada tahun 1700-an, saat nelayan dari Makassar datang untuk menjalin hubungan dagang.

"Suku Yolngu adalah orang pertama di benua Australia yang menggunakan bahasa asing dengan belajar bahasa Makassar dan bahasa Melayu dari Indonesia," ujar Dr Paul Thomas peneliti dari Monash University di Melbourne.

noviPaul

Paul Thomas dan Dwi Noverini Djenar, salah satu penulis Talking North di Indonesian Council Open Conference Conference (ICOC), Australian National University, Canberra untuk peluncuran buku Talking North. ((Foto: Koleksi pribadi)


Awal November lalu, PM Scott Morrison telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Bangkok, Thailand dan Presiden Jokowi telah berjanji segera meratifikasi perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

Menurut Dr Paul jika nantinya perdagangan bebas ini diterapkan maka akan membantu bagi minat belajar bahasa Indonesia di Australia.

"Tapi jika warga Australia masih tidak berminat dengan budayanya, maka masa depan [bahasa Indonesia di Australia] tidak begitu bagus."

Buku tersebut juga ditulis oleh beberapa peneliti lainnya yang membahas aspek-aspek terkait pengajaran dan penggunaan bahasa Indonesia di Australia, termasuk pengalaman sejumlah guru bahasa Indonesia. Diantara penulis adalah Charles A. Coppel, Julia Read, David Reeve, David T. Hill, Jan Lingard, Stuart Robson, Ron Witton, Lesley Harbon, Keith Foulcher, Barbara Hetley, Lindy Norris. Penulis asal Indonesia seperti Dwi Noverini Djenar, Hendrarto Darudoyo, dan Firdaus juga ikut menyumbangkan pemikirannya.

Ikuti laporan soal kehidupan di Australia, termasuk studi dan mencari kerja hanya di ABC Indonesia.




(nvc/nvc)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com