'27 Ribu Ekor Pertahun', Kerbau Liar Dianggap Hama di Australia Utara

'27 Ribu Ekor Pertahun', Kerbau Liar Dianggap Hama di Australia Utara

ABC Australia - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 14:25 WIB
Canberra -

Bagi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, kerbau dianggap sebagai hewan yang bernilai tinggi karena dagingnya banyak dikonsumsi. Namun di Northern Territory (NT) atau Australia Utara, keberadaan hewan ini justru dianggap sebagai hama.

Kerbau Jadi Masalah:
  • Australia Utara (NT) tak mampu memenuhi permintaan kerbau dari negara-negara Asia Tenggara tapi di sisi lain jumlah kerbau liar semakin meningkat
  • Meski curah hujan yang rendah akan mempengaruhi populasinya, namun jumlah kerbau liar saat ini diperkirakan lebih dari 160 ribu ekor
  • Kerbau-kerbau ini dianggap hama karena merusak lingkungan bagi produk agrikultur lainnya

Menurut data Territory Natural Resource Management (TNRM), untuk wilayah Top End saja diperkirakan setidaknya ada 161.250 ekor kerbau liar saat ini. Top End hanya sebagian dari wilayah NT, yaitu wilayah semenanjung yang mencakup Darwin dan Arnhem Land.

Kehadiran kerbau di Australia memiliki sejarah yang panjang, yaitu didatangkan pada awal abad ke-19 dari wilayah Indonesia yang saat itu masih dijajah Belanda, umumnya dari Pulau Timor, Pulau Kisar dan Jawa Barat.

Saat ini, pertumbuhan populasi kerbau liar yang tak terkendali telah menjadi masalah besar bagi sektor pertanian di Top End, karena menyebabkan kerusakan yang luas pada sumber air, menghancurkan lahan dan menyebarkan gulma.

Data jumlah kerbau liar ini dihitung oleh TNRM setelah mereka melakukan survei pada lahan seluas 225.000 kilometer persegi.

Menurut Susanne Casanova dari TNRM, pada wilayah yang tidak menerapkan pengendalian hewan liar, jumlah populasi kerbaunya cukup menonjol.

"Pada wilayah yang memiliki program pengendalian, kami mendapati tingkat kepadatan kerbau yang lebih rendah," jelas Casanova.

Sementara di wilayah tanpa pengendalian, katanya, tingkat kepadatan populasi kerbau sekitar satu ekor per kilometer persegi.

Diperkirakan, peningkatan populasi kerbau liar mencapai 27.000 ekor per tahun, atau lebih banyak dari jumlah kerbau yang bisa ditangkap atau dimusnahkan.

Feral buffalo tied to tree

Perburuan kerbau liar di wilayah Arnhem Land untuk diekspor tidak berhasil mengatasi pertumbuhan populasi hewan ini. (Mimal Land Management)

Lahan-lahan basah di Australia Utara telah banyak yang terdegradasi akibat serbuan populasi kerbau liar.

Namun di sisi lain, kerbau-kerbau liar yang berhasil ditangkap telah menjadi sumber pendapatan penduduk setempat.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia



(ita/ita)