- Perusahaan Licella temukan sistem daur ulang untuk semua sampah plastik
- Saat ini Australia hanya bisa mendaur ulang 10 persen dari total sampah plastik
- Meski perusahaan Australia, Licella lebih memilih buka pabriknya di Inggris
Teknologi yang sudah dipatenkan tersebut ditemukan oleh Len Humpreys dan Profesor Thomas Maschmeyer dari Sydney University.
Australia saat ini memiliki masalah besar dengan daur ulang sampah plastik. Setiap tahunnya warga Australia membuang 3,5 juta ton sampah plastik.

Timbunan sampah, termasuk berbahan plastik semakin menggunung di Australia karena sejumlah negara menolak menerimanya. (ABC News: Nadia Daly)
Perusahaan ini membuka pabrik daur ulang komersial pertamanya di Inggris, di mana menurutnya lebih mendapatkan hibah dari pemerintah dan memiliki kebijakan lingkungan yang lebih baik dibandingkan di Australia.
Pemerintah Australia mengatakan mereka sebenarnya memberikan juga insentif bagi industri daur ulang.
"Kami mendukung semua seluruh rantai pasokan dan investasi yang memungkinkan aktor bisnis melakukan yang terbaik," kata Menteri Lingkungan Sussan Ley kepada ABC.
Menteri Sussan juga mengaku sudah berbicara dengan perusahaan Licella dan menunggu apa yang bisa dilakukan pemerintah Australia untuk mendukung mereka.
Profesor Damian Guirco, direktur Institute for Sustainable Futures di University of Technology Sydney, mengaku terkesan dengan teknologi tersebut dan menurutnya bisa menjadi salah satu bagian dari solusi.
"Saat berpikir bagaimana kita perlu merancang sistem agar plastik bisa digunakan kembali dalam hal ekonomi, satu teknologi akan jadi solusinya," katanya.
Namun ia mengatakan masalah yang lebih besar untuk diatasi adalah konsumsi plastik yang berlebihan.
Simak laporannya dalam bahasa Inggris di sini. (ita/ita)










































