detikNews
Kamis 14 November 2019, 14:49 WIB

'Mati di Kantor Polisi': Aparat Jadi Tersangka Pembunuhan Remaja Aborigin

ABC Australia - detikNews
Mati di Kantor Polisi: Aparat Jadi Tersangka Pembunuhan Remaja Aborigin
Darwin -

Seorang aparat polisi di Australia Utara Zachary Rolfe ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan remaja Aborigin, Kumajayi Walker (19 tahun). Perawatan medis terlambat tiba dan korban dinyatakan tewas di kantor polisi.

Polisi Tembak Remaja Aborigin
  • Kumanjayi Walker tewas dua jam setelah ditembak polisi di komunitas Yuendumu di pedalaman Australia tengah, Sabtu (9/11/2019) malam
  • Anggota keluarga dan warga setempat mendatangi kantor polisi tapi polisi menahan informasi kematian korban hingga 10 jam kemudian
  • Polisi berdalih tidak membuka informasi kematian korban karena khawatir dengan kemarahan massa

Rolfe (28 tahun) sendiri kini dinyatakan sebagai tahanan luar dan akan dihadapkan ke persidangan pada 19 Desember 2019 di Kota Alice Springs.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (9/11/2019) pekan lalu. Sebelum Pukul 8 malam, seorang warga menelepon reporter ABC News Steven Schubert, melaporkan bahwa polisi telah menembak seorang remaja di komunitas Aborigin Yuendumu.

Ketika ABC mengecek ke polisi, diperoleh kabar bahwa seorang remaja telah ditembak oleh salah seorang aparat dan berada dalam kondisi kritis.

Pukul 08.30 malam, Kepolisian Northern Territory (NT) menjelaskan di akun medsosnya bahwa aparat merespon "insiden kritis" di Yuendumu. Dikatakan, seorang pria telah ditembak oleh polisi, dalam kondisi kritis, dan mendapatkan perawatan medis.

Namun postingan Kepolisian NT ini tidak menjelaskan kapan penembakan terjadi serta dimana perawatan medis itu diberikan kepada korban.

ABC menghubungi warga komunitas Yuendumu, sebagian di antara mereka saat itu sudah berkumpul di luar kantor polisi setempat.

Yang mereka tahu, remaja 19 tahun bernama Kumanjayi Walker, telah ditembak sekitar pukul 19:15. Saksi-saksi mengaku melihat darah berceceran di kasur dan selongsong peluru di lantai rumah korban.

Warga juga tahu bahwa korban dibawa ke kantor polisi. Dan, saat itu tidak ada seorang pun petugas medis di Yuendumu.

An aerial shot of Yuendumu

Penembakan remaja Aborigin oleh seorang aparat polisi terjadi di Yuendumu, Alice Springs. (ABC News: Jacqueline Breen)


Kematian Walker di tangan polisi memicu demonstrasi di Yuendumu dan sejumlah kota besar di Australia.

Seorang pemuka masyarakat Yuendumu, Ned Hargraves, mengaku kini pihaknya lebih tenang setelah mendengar kabar penetapan tersangka terhadap Rolfe.

"Saya sangat tersentuh dengan hal ini. Kami tak akan berhasil tanpa bantuan warga di sini dan di kota-kota besar," katanya.

Menurut penelusuran ABC, pada tahun 2016, setelah lulus masuk Kepolisian NT, Rolfe pernah menyelamatkan dua wisatawan asal Hong Kong yang terkena banjir di Alice Springs.

Dia mendapatkan berbagai medali atas tindakannya itu, termasuk dari Pemerintah Hong Kong.

Rolfe diketahui pernah menjadi tentara Angkatan Darat Australia yang bertugas di Afghanistan.

Aksi demo solidaritas terhadap komunitas Yuendumu dan Walker berlangsung serentak di sejumlah kota pada hari Rabu (13/11/2019), diikuti ribuan warga Australia.

Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.




(nvc/nvc)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com