detikNews
Senin 11 November 2019, 13:15 WIB

'Besok Lebih Mengerikan', Kebakaran Hutan Musnahkan 850 Ribu Hektar Lahan di Australia

ABC Australia - detikNews
Besok Lebih Mengerikan, Kebakaran Hutan Musnahkan 850 Ribu Hektar Lahan di Australia
New South Wales -

Kebakaran hutan di New South Wales (NSW) Australia telah menghanguskan 850 ribu hektar lahan dan diperkirakan kondisinya akan lebih buruk lagi. Sejauh ini tiga warga tewas dan ratusan bangunan musnah.

Menteri Utama (Premier) NSW Gladys Berejiklian mengumumkan keadaan darurat dan menggambarkannya sebagai "kebakaran paling dahsyat yang pernah kita saksikan".

Pihak dinas pemadam Rural Fire Service (RFS) memperingatkan kawasan Sydney serta Greater Hunter akan berada dalam "kondisi bahaya" pada hari Selasa (12/11/2019).

Peringatan bahaya ini merupakan yang pertama kali untuk kawasan yang mencakup Blue Mountains dan Central Coast dalam 10 tahun terakhir.

Kondisi panas dan berangin diperkirakan akan memicu kebakaran lebih lanjut.

"Dengan prediksi cuaca buruk minggu ini, khususnya pada hari Selasa yang panas dan berangin, saya memutuskan keadaan darurat ini," ujar Premier Berejiklian.

"Jika diminta evakuasi, harap dilakukan. Jika diminta mengambil tindakan tertentu, tolong diikuti," katanya. "Besok, menjauhlah dari lahan hutan dan semak-semak."

Johns River

Kebakaran hutan di daerah Johns River, wilayah Mid North Coast, New South Wales pada hari Minggu (10/11/2019). (AAP: Darren Pateman)

Sepanjang hari Minggu kemarin, para warga terpaksa menunggu di jalan-jalan yang telah ditutup, ketika kerabatnya masih banyak yang tertahan di dalam wilayah terdampak.

Hal ini dialami Richard Taylor dan istrinya Katie yang belum bisa mengakses kembali peternakannya di pinggiran Wytaliba.

"Ini hanya masalah kecil yang harus kami hadapi," kata Richard.

Dua warga dari daerah itu, George Nole dan Vivien Chapman, dipastikan tewas terjebak kebakaran.

Hampir semua properti di sini diperkirakan telah hancur.

Warga Wytaliba lainnya, Danielle Monks, menyatakan harus menunggu selama delapan jam sebelum bisa mengantarkan makanan kepada warga yang terjebak di dalam, termasuk suami dan anaknya.

"Mereka belum makan sejak Jumat. Semua makanan sudah habis," katanya.

Sementara keluarga Richard Taylor menyatakan berutang karena ada tetangga yang memadamkan api di sekitar rumah mereka saat kejadian.

Tetangga tersebut, katanya, bahkan menggali lahan di sekeliling seekor sapi milik keluarga Richard, untuk memastikan ternak itu selamat dari kobaran api.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.




(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com