detikNews
Rabu 06 November 2019, 12:51 WIB

Lewat Sekolah Abal-abal, Bobby Singh Tipu Pemerintah Australia Rp 20 Miliar

ABC Australia - detikNews
Lewat Sekolah Abal-abal, Bobby Singh Tipu Pemerintah Australia Rp 20 Miliar
Melbourne -

Selama empat tahun, Bobby Singh mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 20 miliar dari subsidi Pemerintah Australia bagi mahasiswa yang terdaftar di "sekolah kejuruan" abal-abal di Melbourne.

SekolahAbal-Abal di Australia:
  • Bobby Singh adalah pemilik "sekolah kejuruan abal-abal" bernama St Stephen Institute of Technology
  • Singh menjalankan "sekolah" itu untuk mendapatkan subsidi pemerintah bernilai jutaan dolar
  • Singh sudah dijatuhi vonis kurungan penjara selama enam tahun

Sekolah itu sama sekali tidak memiliki mahasiswa. Penipuan ini pun terbongkar dari sebuah percakapan telepon yang berlangsung selama 4 menit 38 detik.

Pada 1 Juli 2015, Singh mendapat panggilan telepon dari seorang petugas Badan Otoritas Pemantau Mutu Pendidikan Australia (ASQA).

"Selamat pagi Pak Singh. Saya menelpon karena saya diminta untuk memantau fasilitas sekolah Anda," kata petugas bernama Kate Owen kepada Singh.

"Dari waktu ke waktu, kami memang datang ke lokasi, mengecek berbagai dokumen, memeriksa apakah aturan ditaati atau tidak."

Bobby Singh adalah pemilik "sekolah kejuruan" bernama St Stephen Institute of Technology di Melbourne.

Saat itu, Singh mengatakan bahwa dia siap menerima kunjungan tim pemantau.

Ketika pembicaraan selesai, Singh langsung menelpon mitranya Mukesh Sharma, yang menjalankan sekolah lain bernama Symbiosis Institute of Technical Education.

Dia mengatakan kepada Sharma untuk bersiap-siap, karena akan ada pemeriksaan.

Yang tidak diketahui Singh dan Sharma ketika itu adalah bahwa pembicaraan mereka direkam oleh penyidik federal.

Pembicaraan itu kemudian menjadi bukti penipuan yang dilakukan Singh dan rekannya terhadap Pemerintah Australia. Mereka menipu untuk mendapatkan subsidi lebih dari $AUD 2 juta (sekitar Rp 20 miliar).

Bentuk penipuan ini dikenal dengan istilah "sekolah abal-abal".

Police seize a Ferrari from the Balwyn home of Bobby Singh.

Polisi menyita mobil Ferrari dari rumah Bobby Singh di kawasan elit Melbourne, Balwyn. (ABC News)

Atas tindak penipuan ini, Bobby Singh sudah dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Rakesh Kumar dan Mukesh Sharma, yang juga merupakan pemain kunci dalam sindikat penipuan, dikenai hukuman lima tahun penjara.

Istri Singh, Rekha Arora yang juga dinyatakan bersalah dibebaskan dengan hukuman percobaan harus berkelakuan baik selama tiga tahun.

Dan sertifikat yang didapat para mahasiswa internasional dari sekolah tersebut sekarang tidak berguna sama sekali.

"Pada dasarnya mereka tertipu," kata Detektif Woodward.

"Mereka mendapat sertifikat, namun sertifikat itu tidak ada nilainya sama sekali dan mereka juga kehilangan uang."

"Mereka sebagian pulang ke negara masing-masing, dan itu membuat reputasi Australia juga tercemar."

Woodward mengatakan sekarang Kepolisian Federal Australia (AFP) terus melakukan pemantauan serius terhadap sektor sekolah kejuruan di negara ini.

Lihat artikel selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com