Uluru dulu dikenal dengan nama 'Ayers Rock', bukit bebatuan yang sudah berusia ribuan tahun, akan dikembalikan ke pemilik asli kelompok Aborigin, sehingga tak akan terbuka lagi untuk umum.
Hari terakhir untuk pendakian adalah hari Jumat ini, namun petugas sempat tidak mengijinkan pendakian karena angin kencang dianggap berbahaya bagi para pengunjung.
Batas waktu pendakian adalah pukul 4 sore waktu setempat.
Menteri Urusan Warga Suku Asli Australia, Ken Wyatt menyatakan kecewa dengan begitu banyak orang yang datang untuk mendaki Uluru sebelum ditutup.
"Saya bisa mengerti bahwa ada orang yang ingin mendaki, untuk bisa dijadikan catatan sejarah bagi kehidupan mereka," katanya.
"Namun ini mirip dengan orang yang berbondong-bondong untuk menaiki Tugu Pahlawan Perang Australia (Australian War Memorial)."
"Objek bersejarah kita, di tiap komunitas, adalah hal yang penting dalam sejarah bangsa ini," katanya
Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini (ita/ita)










































