Kasus Melukai Diri Sendiri 200 Kali Lipat di Kalangan Pengungsi di Australia

Kasus Melukai Diri Sendiri 200 Kali Lipat di Kalangan Pengungsi di Australia

ABC Australia - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 14:33 WIB
Canberra -

Penelitian terbaru menemukan tingkat kasus melukai diri sendiri di kalangan pencari suaka di fasilitas penahanan lepas pantai lebih tinggi 200 kali lipat dibandingkan kasus serupa yang ditangani rumah sakit di kalangan masyarakat Australia


Tingginya kasus melukai diri di kalangan pengungsi:
  • Jumlah pencari suaka di Nauru yang melukai dirinya sendiri mencapai 260 insiden per 1.000 orang
  • Peneliti mengatakan angka-angka itu merupakan perkiraan "konservatif paling baik" karena tingkat melukai diri sendiri yang tidak dilaporkan tidak diketahui
  • Pemerintah mengklaim bahwa melukai diri sendiri telah meningkat di bawah undang-undang Medevac - klaim yang dibantah oleh dokter yang bekerja dengan pencari suaka

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Universitas Melbourne ini memeriksa semua insiden melukai diri sendiri yang dilaporkan antara kurun waktu Agustus 2014 dan Juli 2015 dan menemukan ada total 949 insiden selama periode 12 bulan tersebut.

Data yang dikeluarkan oleh Pemerintah Australia di bawah undang-undang Kebebasan Informasi ini menunjukkan tingkat kasus melukai diri tertinggi terjadi di penahanan lepas pantai, yaitu sebanyak 260 insiden per 1.000 orang di Nauru dan 54 insiden per 1.000 orang di Pulau Manus.

Pencari suaka perempuan di Nauru secara signifikan lebih cenderung melukai diri sendiri daripada laki-laki.

Mereka yang berada dalam tahanan komunitas memiliki tingkat insiden melukai diri sendiri lebih rendah yakni 27 insiden per 1.000 orang, sementara mereka yang tinggal dalam pemrosesan berbasis komunitas memiliki tingkat insiden melukai diri sendiri yang jauh lebih rendah yakni 5 per 1.000 orang.

Keluarga pencari suaka makan bersama

Para pencari suaka dalam pengaturan berbasis komunitas ditemukan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk melukai diri sendiri. (ABC: Eliza Borrello)

Pemerintahan Scott Morrison telah berjanji akan membatalkan undang-undang evakuasi medis, yang memungkinkan pengiriman mereka yang berada dalam pemrosesan lepas pantai di Pulau Manus dan Nauru untuk menerima bantuan medis atau psikiatrik di Australia.

Ketika undang-undang disahkan pada awal 2019, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi memujinya sebagai tindakan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa.

Departemen Dalam Negeri berpendapat bahwa undang-undang tersebut telah menyebabkan para pencari suaka melukai diri lebih tinggi dari biasanya karena dianggap sebagai cara paling efektif untuk dipindahkan ke Australia. Klaim ini ditolak oleh dokter yang bekerja dengan pengungsi.

Akhir tahun lalu, psikiater terkemuka menuduh pemerintah Australia telah mengabaikan bukti kalau telah terjadi krisis kesehatan mental di kalangan anak-anak yang berada di fasilitas pemrosesan lepas pantai di Nauru.

Pemerintah Scott Morrison mengumumkan pada bulan Februari bahwa semua anak telah pergi atau akan meninggalkan fasilitas di negara kepulauan itu untuk dimukimkan kembali di AS.

Diterbitkan ulang dari artikel ABC Australia disini.



(ita/ita)