detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 11:48 WIB

Tragedi 65 dalam10 Menit: Dokumenter Animasi Menang Kompetisi Film Australia-RI

ABC Australia - detikNews
Tragedi 65 dalam10 Menit: Dokumenter Animasi Menang Kompetisi Film Australia-RI
Canberra -

Sebuah film dokumenter pendek Indonesia bertajuk "A Daughter's Memory" memenangkan kategori "Film Terbaik" dan "Animasi Terbaik" dalam kompetisi film pendek tahunan bernama ReelOzInd.

Film Dokumenter Tahun 65 Menang Dua Kategori
  • "A Daughter's Memory" menang kategori "Film terbaik" dan "Animasi terbaik"
  • Dokumenter bertujuan ungkap masa lalu tabu Indonesia
  • ReelOzInd dekatkan Australia dan Indonesia lewat film

Film tersebut menjadi satu di antara tiga film kategori lainnya dari kompetisi film Australia-Indonesia berhadiah uang tunai dengan total AUD$15,000 atau sekitar 144 juta rupiah.

Tentang apa sebenarnya film dokumenter pendek yang mencuri hati ketujuh orang juri dari festival film berumur empat tahun ini?

Rindu seorang anak di tahun '65

Warna ungu dan coklat gelap, kuning terang, serta kuning gading dan suara seorang perempuan yang tengah bercerita melukiskan perasaan rindu seorang anak kepada ayahnya di tengah tragedi tahun 1965.

Dimulai dengan gambar sebuah rumah tempat anak perempuan itu tinggal bersama dengan keluarganya, naratif dokumenter tersebut kian mengalir secara perlahan.

Kartika Pratiwi

Kartika Pratiwi, sutradara dan produser film dokumenter animasi "A Daughter's Memory" (Foto: supplied)

"Kami memang mencari cara yang agak berbeda dari biasanya yang dapat menjangkau anak-anak muda."

Tema "Perubahan" diangkat oleh Jemma bersama timnya terinspirasi dari hal-hal yang sedang marak diberitakan tidak hanya di Australia dan Indonesia, namun juga dunia.

"Pemilihan tema yang kami lakukan di awal tahun ini adalah karena melihat kondisi kedua negara yang pada waktu itu sedang akan mengalami perubahan sangat signifikan dalam bidang politik," kata dia.

"Namun selain itu, juga ada perubahan iklim, isu dunia yang juga menginspirasi tema tahun ini."

Menurutnya, ajang kompetisi itu pada intinya bertujuan untuk membuka percakapan tidak hanya antar negara, namun juga antar komunitas pembuat dan penikmat film.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com