Berdiri di depan sebuah gereja tua di Irlandia dimana ayahnya pernah bertugas dan Vincent menghabiskan waktunya di masa kecil di sana, Vincent menjelaskan kembali perasaan ketika dia mengetahui hal tersebut.
"Bukannya menjadi hari terburuk dalam hidup saya, karena saya kehilangan dia, namun malah merupakan hal yang menggembirakan." kata Vincent kepada ABC.
"Dia orang yang sangat baik. Dia sudah berlaku sebagai seorang ayah selama itu, walau tidak disebutkan terbuka."
Dengan pengalaman itu, Vincent kemudian berusaha mencari tahu siapa saja mereka yang memiliki ayah pastor Katolik di berbagai bagian dunia.
Pastor Katolik harus mengucapkan kaul untuk tidak menikah ketika mereka bertugas melayani gereja di seluruh dunia.
Dengan bantuan dari Uskup Agung Dublin di Republik Irlandia Diarmuid Martin, Vincent kemudian membuat sebuah situs internet bernama Coping International untuk melacak mereka yang memiliki ayah pastor Katolik.

Vincent Doyle mendirikan Coping International untuk membuat jaringan bagi anak-anak pastor Katolik. (Supplied)
Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini (ita/ita)










































