detikNews
Selasa 10 September 2019, 12:49 WIB

Apakah Pekerja Masih Dibutuhkan Pertambangan Australia Saat Otomatisasi Makin Marak?

ABC Australia - detikNews
Apakah Pekerja Masih Dibutuhkan Pertambangan Australia Saat Otomatisasi Makin Marak?
Canberra -

Permintaan jumlah pekerja tambang hampir kembali sama seperti sektor ini booming beberapa tahun lalu. Tapi perubahan dalam teknologi dan peningkatan otomatisasi berarti pekerjaan yang dibutuhkan akan berbeda kali ini.

Di tahun 2013, saat puncak booming-nya pertambangan terakhir, ada lebih dari 116.000 orang bekerja di sektor ini di Australia Barat.

Kemudian ada penurunan lapangan kerja hingga 30 persen di tahun 2016.

Tetapi dengan meningkatnya produksi dan meningkatnya harga emas dan bijih besi, ada pula peningkatan permintaan pekerja.

Pekerjaan pertambangan berada pada level tertinggi sejak masa puncaknya, dengan lebih dari 106.000 orang

Workers in front of banks of computers and monitors remotely running operations at Rio Tinto iron ore mines in WA

Rio Tinto memiliki 400 pekerja dari pusat operasinya secara jarak jauh di Perth. (Foto: Rio Tinto)

Surveyor tambang dan dosen TAFE Louisa Rubelo mengatakan perubahan utama pada apa yang dia ajarkan adalah soal pengumpulan data dan bagaimana menerapkannya.

"Kami menjadi lebih banyak analis data," katanya.

"Kami memahami bahwa pekerjaan kami sedang berubah, tidak harus dihilangkan, dan kami menjadi pelopor dalam teknologi baru itu."

WA School of Mines dari Curtin University akan meluncurkan kurikulum baru pada tahun 2020, untuk fokus pada bidang seperti robotika dan analisis data.

Direktur Sabina Shugg mengatakan industri telah berubah dan dia ingin murid-muridnya dipersiapkan.

"Pasca booming, orang benar-benar lebih sadar soal biaya dan banyak tentang produktivitas," katanya.

"Perubahan produktivitas berarti ada ketergantungan besar pada otomatisasi, data besar, dan pendekatan digital, dan kami benar-benar harus memastikan lulusan kami mampu memimpin dalam industri ini."




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com