detikNews
Rabu 04 September 2019, 14:03 WIB

Dalam Sehari Penggalangan Dana Untuk Angie Suryadi Mencapai Rp 100 juta

ABC Australia - detikNews
Dalam Sehari Penggalangan Dana Untuk Angie Suryadi Mencapai Rp 100 juta
Melbourne -

Keponakan Angie Suryadi, perempuan asal Indonesia yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas bulan Agustus lalu, mengaku sangat tersentuh dengan dukungan yang diberikan oleh komunitas Indonesia di Australia.

Richard Indra melakukan penggalangan dana secara online lewat situs Go Fund Me untuk membantu Arnold Adistiavara, suami dari Angie, dan kedua anaknya Jonathan dan Oliver.

"Email saya tidak berhenti sejak kemarin malam, hampir setiap dua menit ada notifikasi sumbangan," ujar Richard kepada ABC Indonesia.

"Kebanyakan dari warga Indonesia, bahkan saya tidak mengenal beberapa namanya."

Sudah hampir 4 minggu sejak kecelakaan mematikan tersebut dan kondisi Arnold yang sempat dalam keadaan kritis telah membaik, meski masih belum bisa berjalan karena cedera parah di kaki kirinya.

Richard mengatakan Arnold sekarang sedang mengikuti program rehabilitasi, setelah menjalani operasi sebanyak enam kali.

Diperkirakan butuh waktu setidaknya enam bulan bagi Arnold untuk bisa kembali beraktivitas normal.

"Saat ini ia memiliki spirit yang baik, berkat dukungan dari teman-temannya," kata Richard.

Sementara itu Oliver sudah keluar dari ICU tapi masih dirawat di Royal Children's Hospital di Melbourne dengan kondisi mata dan suaranya yang belum kembali normal.

Keadaannya semakin baik, namun karena kerusakan otak yang dialaminya saat terjadi kecelakaan, ada kemungkinan anak laki laki berusia empat tahun tersebut tidak akan bisa pulih sepenuhnya dan terus butuh perawatan.

Sementara kakaknya, Jonathan, usia enam tahun tidak mengalami cedera, tetapi ia dalam keadaan sadar saat kecelakaan yang bisa membuatnya trauma tersebut, jelas Richard.

"Penggalangan dana ini bertujuan untuk membantu finansial mereka dalam jangka panjang, terutama untuk Oliver jika butuh perawatan seumur hidup."

An aerial view of emergency workers cutting parts of a tree off a silver car, which is crumpled under the weight of the truck.

Pohon tumbang akibat angin kencang menimpa mobil yang ditumpangi Angie dan keluarganya di kawasan Fernshaw, Jumat pagi (9/8). (ABC News)

Richard mengaku jika komisi kecelakaan lalu lintas di Australia (TAC) telah memberikan bantuan finansial, tapi ada batas seberapa banyak bantuan yang bisa diberikan kepada keluarga Suryadi.

Karenanya ia tergerak untuk menggalang dana untuk beberapa biaya yang tidak termasuk dalam tanggungan TAC.

Termasuk biaya akomodasi sementara bagi Jonathan agar ia bisa mengunjungi ayahnya secara rutin, serta biaya terapi psikologis yang terbaik bagi anak-anak.

Saat kecelakaan terjadi, Melbourne sedang diterjang angin kencang hingga mencapai 150 kilometer per jam dan menyebabkan sebuah pohon tumbang yang menimpa mobil keluarga Suryadi.

Mereka sedang dalam perjalanan di Maroondah Highway di kawasan Fernshaw, Victoria menuju ke sebuah tempat untuk merayakan hari ulang tahun Arnold.

Richard mengatakan Angie dimakamkan sekitar dua minggu setelah kecelakaan dan upacara pemakamannya juga disiarkan lewat jejaring sosial agar sanak saudaranya di Indonesia bisa menontonnya.

Penggalangan dana lewat situs Go Fund Me yang dibuat Richard memasang target hingga AU$ 100.000, atau lebih dari Rp 960 juta.

Dalam kurang dari sehari, sudah ada lebih dari AU$ 10.400, atau nyaris Rp 100 juta yang masuk dan Richard yakin jika targetnya bisa tercapai.

"Kami melihat orang-orang tersentuh dengan kejadian tragis ini, begitu juga dengan dukungan yang ditunjukkan di jejaring sosial." katanya.

Simak informasi terkait komunitas Indonesia di Australia lainnya hanya diABC Indonesiadan bergabunglah dengankomunitas kami di Facebook.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com