detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 14:10 WIB

'Tidak Ada Perhatian': Kisah Pengungsi Timor Leste yang Pilih Lari ke Indonesia

ABC Australia - detikNews
Tidak Ada Perhatian: Kisah Pengungsi Timor Leste yang Pilih Lari ke Indonesia
Canberra -

Konflik Timor Timur telah memaksa ribuan warga meninggalkan kampung halaman dan harta benda mereka seluruhnya demi setia untuk pindah ke wilayah Indonesia menyusul referendum di tahun 1999. Namun kesetiaan mereka bagai bertepuk sebelah tangan, karena di Indonesia mereka ditelantarkan.

Warga eks pengungsi Tim-Tim:
  • Muhammad Zainuddin mengungsi ke Naelbaki di NTT bersama orang tuanya dari kota Dili pada 1999 ketika berusia 5 tahun
  • Ia juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap warga pengungsi eks Timor Timur
  • UNHCR menyebutkan sekitar 250.000 warga Timor Timur mengungsi ke Propinsi NTT di tahun 1999.

Dua puluh tahun terentang, tidak mengurangi sedikitpun kenangan Muhammad Zainuddin (27) mengenai hari terakhir dirinya menjejakkan kaki di tanah kelahirannya Dili pada 1999 lalu, ketika dia masih berusia 5 tahun.

"Saya ingat digendong sama mama, kami tidak bawa apa-apa, hanya berkas-berkas penting saja, hari itu bapak menaikkan kami ke truk menuju ke pengungsian di Naelbaki, dia tidak ikut, kami baru bertemu di tempat pengungsian. "

"Sampai di pengungsian Naelbaki, ibu berebut tempat dengan pengungsi lain," tutur Muhammad Zainuddin.

Sejak eksodus ke Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah terdekat dengan Timor Timur (Timtim) ketika itu, Zainuddin dan ibunya sempat pindah beberapa kali ke pengungsian lain, sampai tahun 2005.

Ia dan keluarganya akhirnya menetap di Panti Asuhan Asuwain Timor yang didirikan oleh ayahnya Ali Bin Don Duro untuk menampung anak-anak eks pengungsi Timor Timur yang berlokasi di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Pendapat anda mengenaiABC

Sejak tahun 2000, Almarhum Ali Bin Don Duro, telah membawa lebih dari 500 anak-anak yatim dan dhuafa eks pengungsi keluar dari kamp pengungsian untuk dimukimkan dan disekolahkan di sejumlah pesantren dan panti asuhan di berbagai daerah, seperti Padang, Madura, Brebes dan Jawa Barat.

Mantan penyiar RRI Dili itu, wafat pada 2018 lalu dan dimakamkan di halaman depan panti asuhan miliknya. Kini panti asuhan Asuwain yang bermakna pemberani dalam Bahasa tetun dititipkan kepada puteranya Muhammad Zainuddin Bin Ali Duro.

Muhammad Zainuddin

Muhammad Zainuddin adalah putera ketiga dari Ali Bin Don Duro, pendiri panti asuhan anak-anak pengungsi eks Timor Timur Asuwain. (NY Times)

Data UNHCR menyebutkan sekitar 250.000 warga Timor Timur mengungsi ke Propinsi NTT, ketika wilayah itu mengalami gejolak politik pasca-jajak pendapat 30 Agustus 1999.

Dalam jajak pendapat tersebut, 94.388 orang atau 21,5 persen dari warga Timor Timur memilih untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia. Sementara 344.580 orang atau 78,5 persen memilih untuk merdeka dari Indonesia.

Banyak warga sudah pulang setelah ditawari repatriasi. Tetapi banyak pula yang memilih untuk tetap tinggal di Propinsi NTT.

Pemerintah Indonesia pada masa kepemimpinan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menggelontorkan dana pemukiman kembali namun hingga kini masih banyak warga eks pengungsi yang hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki tanah,

Kabar terakhir pada pertengahan Juni 2019 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengumumkan akan membangun rumah untuk warga eks Timor - Timur (Timtim) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Satu Juta Rumah dan juga Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk membantu renovasi rumah warga agar layak huni.

Apa pendapat anda mengenai berita ini? Silahkan sampaikan masukan Anda lewat survey singkat berikut.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com