detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 14:04 WIB

Hillsong dan Gereja Pantekosta di Australia Menarik Lebih Banyak Anak Muda

ABC Australia - detikNews
Hillsong dan Gereja Pantekosta di Australia Menarik Lebih Banyak Anak Muda
Sydney -

Di suatu Minggu pagi di sebuah gereja yang terletak di pinggiran kota Sydney, Australia, seorang pendeta perempuan menghentikan kebaktian yang dipimpinnya dan menggelar kontes mirip bintang Hollywood.

Poin UtamaPentakosta
  • Gereja-gereja Pentakosta berkembang, sementara aliran Kristen lainnya sedang menurun di Australia
  • Aliran di Kristen ini dimulai di Los Angeles pada awal 1900-an sebelum masuk Australia
  • Pentakosta modern di Australia sering menganut 'doktrin kemakmuran'

Ia memilih sekelompok jemaat paroki dan anggota band untuk berbaris di atas panggung. Tiap orang yang naik bergiliran meniru aksi mengangkat alis milik aktor Dwayne 'The Rock' Johnson yang ikonik, dan memancing tawa jemaat lainnya.

Pendeta perempuan bernama Natalie Pingel itu kemudian memimpin jemaat dalam doa, band ini memainkan musik rock lalu layar lebar di kedua sisi panggung menyala dengan tulisan tentang doa apa yang bisa dipanjatkan jemaat.

Doa-doa yang dipanjatkan termasuk permohonan agar diberi stabilitas keuangan, kemudahan dalam lamaran pekerjaan, dan agar pengajuan visa dari sejumlah jemaahnya dilancarkan.

Kepekaan ala konser rock bukanlah satu-satunya hal yang membedakan gereja-gereja Pentakosta dari gereja lain.

Kepekaan ala konser rock bukanlah satu-satunya hal yang membedakan gereja-gereja Pentakosta dari gereja lain. (Supplied: Brisbane City Church)

"Itu adalah gerakan gereja marjinal yang tak memiliki banyak orang sampai tahun 1960-an," kata Professor Singleton.

Terobosan muncul ketika Pentakosta mulai meminjam dari kelompok yang disebut Jesus People pada tahun 1960-an, mencontek gaya informal dan menggunakan musik untuk penginjilan.

"Kelompok ini benar-benar melalui perjalanan epik ini dari golongan marjinal ke golongan arus utama," kata Professor Singleton.

"Dari tahun 1970-an, selama beberapa dekade berikutnya, mereka benar-benar mulai berkembang di wilayah yang kita sebut 'sabuk Alkitab,' yang merupakan pinggiran luar kota Brisbane, Sydney dan Melbourne."

"Mereka membentuk jemaat-jemaat ini, mereka tak terbebani oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan dari hirarki Katolik atau Anglikan, secara harfiah siapa saja yang bisa mengumpulkan beberapa musisi dan beberapa khotbah yang dinamis, dilakukan di aula sekolah, dan mereka melakukan kebaktian."

Professor Singleton mengatakan kemampuan Pentakosta yang luar biasa untuk mengumpulkan sumbangan memungkinkan mereka berkembang.

"Mereka akan memiliki cukup uang untuk membangun jemaat, membeli bangunan mereka sendiri dan kemudian Anda akan melihat sesuatu seperti Hillsong, yang dimulai ketika Pusat Kehidupan Kristen Hills di Bukit Baulkham di Sydney bisa membeli tanah dan membangun stadion besar," katanya. .

Evolusi gereja selama beberapa dekade terakhir berarti kelompok ini telah mengalami semacam kelahiran kembali.

"Banyak generasi baby boomer yang mendirikannya telah pindah, meninggalkan gereja, karena ini berenergi tinggi, sulit untuk tetap berkomitmen pada praktik itu," kata Profesor Singleton.

"Semakin banyak imigran dari luar negeri, jika mereka berasal dari negara-negara Kristen mayoritas atau Afrika sub-Sahara atau Oceania atau Amerika Latin, mereka sebenarnya adalah kaum Pentakosta dan mereka membentuk jemaat mereka sendiri."

Apa bedanya?

Salah satu aspek yang paling dikenal dari gereja Pantekosta adalah nyanyian dan musik dan Hillsong telah menjadikan musik sebagai pusat dari modelnya.

"Mereka benar-benar menggunakan musik sebagai mesin mereka, mereka menulis musik mereka sendiri dan sekarang terkenal di seluruh dunia," kata Professor Singleton.

Sementara musik dan nyanyian mereka benar-benar sentral, beberapa pengikut juga berbicara dalam bahasa yang tak bisa dimengerti.

Mereka juga mempraktekkan sesuatu yang disebut "terbunuh dalam roh", di mana para jemaah jatuh ke lantai dalam keadaan religius.

"Ini yang membuat Pentakosta semacam istimewa," katanya.

"Mereka percaya Roh Kudus benar-benar aktif dalam kehidupan seseorang dan memberi semangat secara rohani pada mereka setiap hari."

Jangan berharap untuk melihat elemen-elemen itu pada perjalanan pertama Anda ke salah satu gereja ini.

"Versi Pentakostalisme yang berkuasa di Australia sekarang adalah versi yang sangat lembut dibandingkan dengan sebelumnya," katanya.

Ia mengatakan pengalaman spiritual yang lebih "aneh" menjadi kurang penting saat ini.

Sebaliknya, Pentakostalisme modern yang berfokus pada pengajaran kepada Tuhan akan membantu jemaahnya menjadi sukses, atau yang dikenal dengan sebutan "Doktrin Kemakmuran".

"Tuhan tak selalu ingin Anda menjadi lebih kaya, tetapi Tuhan ingin Anda menjadi sukses dan manifestasi dari itu mungkin bisa mengatur keuangan Anda," katanya.

Menurut Professor Singleton, dari sikap berpolitik, mereka berada di sayap kanan.

"Mereka sangat konservatif secara sosial dalam hal kesetaraan pernikahan, hak LGBTQI, pendidikan agama di sekolah, kebebasan beragama," katanya.

Simak informasi terkini lainnya dari Indonesia dan dunia diABC Indonesiadan bergabunglah dengankomunitas kami di Facebook.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com