detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 10:55 WIB

Pencari Suaka Sri Lanka Tiba di Australia dan Dipulangkan Lagi Secara Rahasia

ABC Australia - detikNews
Pencari Suaka Sri Lanka Tiba di Australia dan Dipulangkan Lagi Secara Rahasia
Canberra -

Pemerintah Federal Australia dituduh sengaja merahasiakan kedatangan sebuah kapal pencari suaka asal Sri Lanka di Christmas Island. Kapal yang membawa 20 orang itu sekarang sudah dipulangkan.

Pemulangan Pencari SuakaSriLanka
  • Pemerintah Australia mengatakan pencari suaka Sri Lanka sudah dikembalikan
  • Presiden kota praja Christmas Island merasa 'aneh' tidak diberitahu soal ini
  • Menteri Dalam Negeri Peter Dutton membantah pencari suaka ini 'ditahan' di pulau tersebut

Wakil Perdana Menteri Michael McCormack mengukuhkan bahwa 20 orang meninggalkan Sri Lanka awal Mei lalu bermaksud masuk ke Australia secara ilegal. Semuanya sudah dipulangkan kembali ke negeri tersebut.

Harian The Australian melaporkan bahwa pencari suaka itu sempat dibawa ke Christmas Island, dan ditahan selama beberapa hari untuk pemeriksaan kesehatan dan keamanan.

Mereka dilaporkan telah diterbangkan kembali ke ibukota Sr Lanka Colombo minggu ini setelah permintaan suaka mereka ditolak.

Presiden Dewan Kota Praja Christmas Island Gordon Thomson mengatakan dia sama sekali tidak mengetahui informasi tersebut. Dia menuding tindakan pemerintah federal tidak benar.

An aerial view of the Christmas Island detention centre on a clear sunny day.
Bulan Februari lalu diumumkan bahwa pusat penahanan imigrasi di Christmas Island akan dibuka lagi. (AAP: Lloyd Jones)

Thomson mengatakan dirinya selalu terlibat dalam pertemuan dengan pejabat instansi lain. Dalam pertemuan dengan petugas Pasukan Perbatasan Australia (ABF) minggu lalu tidak disebut-sebut mengenai tibanya pencari suaka.

Dia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa insiden seperti ini tidak diketahui oleh pejabat kota praja Christmas Island.

"Menurut saya ini pendekatan yang aneh dalam hubungan antarinstansi," kata Thomson.

"Ini konsisten dengan kebijakan rahasia yang dijalankan pemerintah federal berkenaan dengan Operasi Kedaulatan Perbatasan."

"Bila pemerintah Australia melakukan operasi rahasia di pulau ini, itu adalah hal yang luar biasa, dan mereka sudah berusaha keras untuk menutupi hal tersebut agar tidak bocor.

Penerbangan pesawat dari Christmas Island tidak setiap hari ada, dan Thomson mengatakan dia tidak melihat adanya pesawat yang tidak terjadwal yang meninggalkan pulau tersebut selama baru-baru ini.

"Bukan soal kapal saja yang kami khawatirkan":Dutton

Ketika diwawancarai radio berita di Sydney 2GB, Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton menggambarkan kedatangan kapal pencari suaka berisi 20 orang tersebut sebagai hal 'yang mengkhawatirkan".

An Australian Navy ship is seen on the horizon.
Kapal patroli Australia HMAS Glenelg sudah melakukan patroli di sekitar Christmas Island dalam beberapa bulan terakhir. (ABC News: Jon Sambell)

"Tanpa ingin menjelaskan rinciannya, bukan soal kapal saja yang kami khawatirkan." katanya.

"Jelas sekali bahwa sebagian orang berpikiran bahwa akan terjadi perubahan pemerintahan dan para penyeludup manusia sudah berusaha menjual hal tersebut."

"Kami sudah mengembalikan pencari suaka yang datang dengan 10 kapal, sekitar 200 orang, itu baru dari Sri Lanka saja."

Peter Dutton juga membantah bahwa para pencari suaka tersebut sempat 'ditahan' di Christmas Island.

"Kapal tersebut tidak sampai ke Christmas Island. Ada pendapat yang mengatakan bahwa mereka ditahan di Christmas Island di pusat penahanan imigrasi. Ini tidaklah benar." katanya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed