DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 12:59 WIB

Jika Anda Merasa Berat Badan Naik di Bulan Puasa, Inilah Alasannya

ABC Australia - detikNews
Jika Anda Merasa Berat Badan Naik di Bulan Puasa, Inilah Alasannya
Canberra -

Seorang pakar diet di Australia mengatakan alasan mengapa ada sejumlah orang yang malah naik berat badan di bulan puasa. Salah satunya adalah karena jenis makanan yang dikonsumsi saat berbuka.

Meraih Ramadan yang Sehat
  • Semakin banyak kalori yang dikonsumsi akan memperburuk kualitas tidur dan mendorong penyimpanan lemak
  • Berbuka dengan kurma dan air adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan energi
  • Makanan yang terlalu berminyak, berlemak, serta mengandung gula tinggi harus dihindari

Ahli gizi bernama Katherine Baqleh mengatakan kepada ABC bahwa makan yang tidak teratur juga menyebabkan berat badan naik dengan mudah.

"Orang-orang sepertinya akan mengkompensasi apa yang mereka lewatkan pada hari itu, sehingga akhirnya berfokus pada makanan berlemak atau berkalori tinggi agar bisa memenuhi kebutuhannya," ujar Katherine kepada ABC.

"Kekhawatiran terbesar adalah ketika mereka mengonsumsi makanan ini di malam hari, dimana orang-orang kurang aktif sehingga banyak kalori yang dikonsumsi akhirnya disimpan."

Kathelene menjelaskan semakin banyak kalori yang dikonsumsi, maka akan semakin tinggi pula kadar gula darah dan kolesterol, serta penurunan kualitas tidur, yang pada akhirnya mendorong penyimpanan lemak melalui pelepasan kortisol.

"Ini akan disebabkan oleh tidur dengan perut kenyang atau makan banyak di sore hari," katanya.

Dates
Kurma menjadi makanan yang pas untuk berbuka karena kandungan serat dan zat besi yang tinggi. (Foto: Flickr, Kathy McGraw)

Berbuka dengan air dan kurma banyak ditemukan di kalangan umat Muslim dan hal ini pun bisa dijelaskan secara sains.

"Kurma cukup tinggi serat dan zat besi yang akan membantu keteraturan pola makan dan tingkat energi," ujar Katherine.

Setelah itu ia merekomendasikan makanan yang banyak mengandung sayuran dengan porsi protein dan karbohidrat yang seimbang.

"Sayuran berprotein tinggi seperti jamur, bayam, zucchini, dan terong membantu mengendalikan porsi karbohidrat di malam hari."

Makanan tidak sehat
Makanan dan penganan yang terlalu manis sebaiknya dihindari karena tubuh membutuhkan nutrisi yang lebih baik. (ABC News: Clare Rawlinson)

Makanan yang terlalu berminyak dan mengandung gula tinggi juga harus dihindari saat berbuka puasa.

Ada pula kecenderungan mengkonsumsi gula berlebihan di bulan Ramadan, karena setelah berpuasa kita menganggapnya hanya mengkonsumsi sedikit.

Padahal Katherine mengatakan bisa jadi di bulan-bulan lainnya kita tidak akan mengkonsumsi gula sebanyak di bulan Ramadan.

Sampah di Bulan Ramadan Ajakan Tidak Berlebihan di Ramadan

Ajakan Tidak Berlebihan di Ramadan

Banyak restoran dan hotel di negara-negara Muslim menawarkan paket berbuka puasa selama Ramadan. (Flickr: CC / pinayflyinghigh)

Imam dan aktivis lingkungan mengajak umat Muslim agar tidak mengkonsumsi makanan berlebihan yang berakhir di tempat sampah.

Sementara itu seorang imam di Melbourne mengatakan tidak ada larangan dalam Islam untuk menikmati makanan yang enak.

Namun terlalu memanjakan diri dengan makanan dan gaya hidup berlebihan dilarang dalam Al Quran.

Dr Bekim Hasani dari Komunitas Islam Albania di Australia yang juga imam di masjid di kawasan Carlton mengingatkan umat Muslim agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan selama bulan Ramadan.

"Sayangnya, banyak juga diantara umat Muslim yang berat badannya naik, bukannya pahala di bulan suci ini," ujarnya Dr Bekim yang juga imam di sebuah masjid di kawasan Carlton, Melbourne.

Simak berita-berita seputar Ramadan dari Australia lainnya hanya di ABC Indonesia.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed