detikNews
Jumat 03 Mei 2019, 18:10 WIB

Ribuan Murid Sekolah di Australia Kembali Unjuk Rasa Perubahan Iklim

ABC Australia - detikNews
Ribuan Murid Sekolah di Australia Kembali Unjuk Rasa Perubahan Iklim
Sydney -

Di Australia ribuan murid sekolah menengah kembali bolos sekolah untuk melakukan unjuk rasa mengenai perubahan iklim di saat Australia berada di tengah kampanye pemilu.

Protes Perubahan Iklim Murid Sekolah
  • Banyak pembicara di berbagai tempat menentang proyek tambang batu bara Adani
  • Di Melbourne sekitar 1000 murid sekolah unjuk rasa di pusat kota dan polisi menutup Exhibition Street
  • Kantor mantan PM Tony Abbott di Sydney juga jadi sasaran protes

Sekitar 70 unjuk rasa berlangsung di seluruh Australia, dengan ratusan murid mendatangi kantor Perdana Menteri Scott Morrison di Cronulla, Sydney, meski kebanyakan yang hadir di situ tampaknya bukan anak-anak sekolah.

Salah satu yang hadir di sana adalah Stella Brazier yang berusia 14 tahun dan menangis ketika ditanya mengapa datang untuk unjuk rasa.

"Saya begitu sedih karena saya tidak tahu apakah para politisi ini akan berbuat sesuatu," katanya.

"Apa yang akan terjadi dengan manusia di planet ini, apa yang akan terjadi dengan seluruh dunia?"

Kantor mantan perdana menteri Australia Tony Abbott di Warringah, Sydney juga menjadi sasaran unjuk rasa.

Siswa datang membawa slogan bertuliskan 'denial is not a policy' (penyangkalan bukanlah sebuah kebijakan) dan 'what we stand for is what we stand on' (apa yang kami perjuangkan adalah tempat kami berpijak sekarang).

A man with a giant Bill Shorten costume head is kicked by a protester holding a sign that reads 'Bill...we want Adani action'
Suasana protes di luar kantor politisi Partai Buruh Anthony Albanese di Marrickville (Sydney). (ABC News: Jamie Toomey)


Keish Davis (15 tahun) mengatakan keluarganya mendukung keputusannya untuk tidak sekolah hari ini untuk melakukan protes.

"Kami akan berada di sekolah bila para politisi melakukan tugas mereka," katanya.

"Saya tidak merasa bahwa Perdana Menteri Australia sudah melakukan kerja yang baik untuk memastikan masa depan saya, dan masa depan seluruh generasi yang akan datang."

Masa terbanyak di Melbourne

Kebanyakan pembicara dalam unjuk rasa di beberapa ibukota negara bagian menentang pertambangan batu barAdani di Queensland tengah, dan mendesak Australia meningkatkan produksi energi terbarukan.

Di Melbourne, salah satu jalan utama di pusat kota Exhibition Street ditutup dan pintu kantor Partai Liberal ditutup ketika sekitar 1000 murid sekolah mendatangi tempat tersebut.

Big crowds of protesters hold up signs as police watch on
Polisi menutup sebagian jalan Exhibition St antara Collins Street dan Bourke Street di pusat kota Melbourne. (ABC News: Daryl Torpy)


Emma Demarchi, (17 tahun) mengatakan ini menunjukkan bagaimana cara pemerintah mendekati generasi muda.

"Ini menunjukkan kepada kami bagaimana pemerintah ini begitu takutnya dengan kekuatan anak-anak muda," kata Demarchi.

"Menutup jalan dan menutup pintu kantor di tengah proses damai oleh para siswa bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan oleh Partai Liberal."

Di Perth sekitar 300 murid sekolah melakukan unjuk rasa di pusat kota, sementara di Adelaide sekitar 100 anak-anak sekolah melakukan hal yang sama.



'What's going to happen to the whole world?': Sydney student (ABC News)


Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed