DetikNews
Kamis 04 April 2019, 18:35 WIB

Biaya Rumah Jadi Pengeluaran Terbesar Komunitas Indonesia di Australia

ABC Australia - detikNews
Biaya Rumah Jadi Pengeluaran Terbesar Komunitas Indonesia di Australia
Canberra -

Pekan ini pemerintah Australia mengumumkan rencana anggaran mereka untuk tahun keuangan 2019/2020, dengan beberapa sektor mendapat tambahan dana tapi ada pula yang malah mendapat pemotongan.

Pengeluaran warga Indonesia di Australia:
  • Tagihan listrik, gas, telepon, internet bisa ditekan dengan membandingkan harga yang ditawarkan
  • Meski inflasi di Australia relatif rendah, pengeluaran rumah tangga terus membengkak
  • Membuat catatan pengeluaran menjadi salah satu cara mengelola keuangan rumah tangga

Meski disebut-sebut sebagai anggaran yang dipolitisasi karena diumumkan sebulan sebelum pemilu oleh pemerintah koalisi Australia yang berkuasa, rencana anggaran ini tetap mendapat perhatian warga di Australia karena menyangkut pendapatan dan pengeluaran mereka nantinya.

Tapi bagi Ade Ishs, warga Indonesia yang sudah tinggal selama 17 tahun di Australia, untuk mengetahui anggaran apa saja yang dinaikkan atau diturunkan bukan sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Dua pasangan duduk di taman
Ade Ishs bersama istrinya mendisiplinkan diri dalam menyusun anggaran pengeluaran rumah tangga mereka setiap bulannya. (Foto: Koleksi pribadi)


Anggaran tidak lebih dari sekedar permainan politik dan "dilakukan suka-suka saja oleh politisi," ujarnya yang dikenal sebagai pianis dan musisi dan sudah sering tampil di banyak panggung di Australia.

Meski demikian, Ade mengaku kepada ABC Indonesia jika pernah ada beberapa kebijakan anggaran yang menguntungkan, seperti di era pemerintahan Perdana Menteri Julia Gillard yang memberikan bonus kepada keluarga yang memiliki anak sekolah.

"Tapi itu pun hanya setahun, setelah itu pemerintah berganti lagi dan berubah lagi, jadi saya tidak bisa mengharapkan terlalu banyak," ujar pendiri band Ade Ishs Trio.

Australia kurangi bantuan ke Indonesia

Bantuan Australia ke Indonesia dikurangi

Bulan Agustus 2018 lalu PM Australia berkunjung ke sekolah di Bogor yang mendapat bantuan dari negara Australia. (Foto: ABC News, Jane Norman)

Australia mengatakan pembangunan Indonesia masih tidak merata meski ekonomi tumbuh stabil.

Salah satu yang mendapat keuntungan dari rancangan anggaran tahun ini adalah para pembayar pajak individual, terutama warga yang berpenghasilan lebih dari AU$ 126.000, atau lebih dari Rp 1,26 miliar akan mendapat uang tunai yang dikembalikan dari pajak hingga AU$ 1.080, atau lebih dari Rp 10 juta saat pelaporan pajak tahun ini.

Untuk hubungan dengan Indonesia, Australia menambah jumlah pemuda berusia 18-30 tahun hingga 5.000 orang hingga tahun 2025 untuk bekerja sambil berlibur di Australia lewat program 'Working Holiday Visa'.

Di lain pihak, pemerintah Australia memotong dana bantuan ke Indonesia, yang untuk setahun ke depan hanya mencapai kurang dari Rp 3 triliun atau turun 10 persen dari tahun anggaran sebelumnya.

Sementara itu bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, pemerintah Australia akan memperbolehkan mereka untuk mengajukan visa kerja lebih lama setelah lulus, asalkan ingin menetap di kawasan pedalaman.

Pengeluaran warga Indonesia di Australia
Pengeluaran warga Indonesia
Apa yang jadi pengeluaran terbesar warga Indonesia di Australia? (ABC News: Andrew Harrison)


Sebelumnya, pemerintah koalisi di bawah pimpinan Perdana Menteri Scott Morisson berencana untuk memberikan bantuan langsung untuk meringankan warga dalam membayar tagihan energi.

Tapi menurut Ade sebenarnya ada cara lain untuk menekan biaya tagihan listrik, gas, internet, telepon.

"Karena banyaknya penyedia layanan tersebut kita harus selalu membandingkannya dan memilih yang paling murah," ujar Ade.

Ia mengaku sudah beberapa kali berganti-ganti perusahaan penyedia listrik, gas, internet, telepon.

Dari pengalamannya melihat kompetitifnya perusahaan yang menawarkan layanan, pelanggan dapat meminta potongan harga atau bahkan meminta agar mereka tidak menaikkan harga sebelum pelanggan bergabung perusahaan penyedia listrik atau lainnya.

External Link: Facebook Indonesia

ABC Indonesia sempat menanyakan kepada warga Indonesia di Australia soal pengeluaran terbesar mereka terbesar lewat halaman Facebook ABC Indonesia.

Kebanyakan dari mereka mengaku cicilan rumah, biaya sewa rumah atau apartemen dan sejenisnya menjadi pengeluaran terbesar, seperti yang diakui pemilik akun bernama Tika Gracie.

"Pengeluaran terbesar adalah pajak rumah dan bangunan, karena tiap tahun pajaknya naik," tulis Tika.

Mahalnya biaya tempat tinggal juga diakui oleh Ayu Nuarida yang belum lama tinggal di Australia.

"Baru 26 hari tinggal di Australia dan pengeluaran terberat menurutku adalah akomodasi, seperti hostel atau berbagi kamar tidur," tulisnya.

Seberapa mahal Australia?

Semahal apa tinggal di Australia?

Pemandangan malam di kota Sydney (Foto: City of Sydney)

Perbandingan biaya pengeluaran hidup di kota-kota besar di Australia.

Beberapa kota besar di Australia, seperti Sydney dan Melbourne kini masuk dalam daftar kota paling mahal di dunia.

Pengamat dari Business School di University of New South Wales pernah mengatakan kepada ABC bahwa meski Australia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan tingkat inflasi yang relatif rendah dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pengeluaran rumah tangga malah membengkak.

Membuat catatan pengeluaran

Salah cara yang dilakukanAde untuk menekan pengeluaran hidup adalah dengan mendisiplinkan diri membuat anggaran rumah tangga. Ia mencatat setiap pengeluaran rumahtangganya secara rutin.

Bahkan setiap mendapat gaji, yang di Australia diberikan setiap dua minggu, ia langsung menyisihkan ke anggaran-anggaran yang sudah dialokasikan.

"Ini adalah bentuk tanggung jawab saya untuk menjaga keluarga dan sebagai jaga-jaga kalau ada pengeluaran mendadak di kemudian hari," jelas Ade.

Supermarket di Australia Berbelanja keperluan makanan menjadi salah satu pengeluaran yang perlu dikontrol. (Foto: AAP, Dave Hunt (file))


Kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia Ade menjelaskan yang pertama kali ia sisihkan adalah 13 persen dari gajinya untuk alokasi tabungan dan sedekah.

Kemudian ada alokasi dana untuk liburan, yakni sekitar 9 persen dari gajinya dan yang terbesar adalah untuk cicilan rumah dengan mencapai sekitar 21 persen.

Ade mengaku pengeluaran untuk membeli keperluan makanan adalah sekitar AU$ 460, atau lebih dari Rp 4,6 juta per dua minggu untuk keluarganya yang berjumlah lima orang.

"Membuat spreadsheet ini menjadi penting karena saya bisa mengetahui pasti kemana uang keluar dan tidak keluar begitu saja," katanya yang sudah mulai melakukan pembukuan sejak 2017.

Pemerintah Australia sendiri telah menyediakan panduan bagi warganya untuk membuat anggaran rumah tangga dan pencatatan pengeluaran lewat situs resmi milik pemerintah Money Smart.

Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed