DetikNews
Rabu 03 April 2019, 10:48 WIB

Robot Kini Bisa Memanen Buah Apel di Selandia Baru

ABC Australia - detikNews
Robot Kini Bisa Memanen Buah Apel di Selandia Baru Setelah diujicoba robot pemetik buah di Victoria, penggunaan komersial pertama robot ini di Selandia Baru dipantau seksama. (Supplied: T&G Global)
Jakarta -

Petani apel di Australia memantau dari dekat hasil apel pertama di dunia dengan menggunakan robot yang sedang berlangsung di sebuah perkebunan apel Selandia Baru.

Robot pemetik buah

Poin utama:

  • Analisis hasil kerja dari robot pemetik apel menunjukkan tidak ada lagi kerusakan pada buah dibandingkan dengan buah yang dipetik oleh manusia
  • Petani Australia mengatakan robot akan kesulitan memanen buah di ladang yang tidak datar
  • Pengembangnya mengatakan robot pemetik buah ini akan melengkapi pemetikan buah yang telah dilakukan oleh manusia

Proses panen menggunakan robot di kebun T&G Global itu berlangsung setelah empat tahun bekerjasama dengan Abundant Robotics dari AS untuk mengembangkan robot pemetik buah.

"Robot itu memiliki sistem penglihatan komputer yang memindai daun, mengidentifikasi buah yang cocok untuk dipanen, dan menggunakan metode mengisap untuk memisahkan buah dari pohon," kata Gary Westwood dari T&G Global.

"Butuh waktu lama sebelum robot ini dapat bergerak cepat. Tapi kami senang dengan kemajuannya sejauh ini," katanya.

"Kami melakukan berbagai pengukuran pada proses pemetikan buah ini dan tidak ada kerusakan pada buah dibandingkan pemetikan oleh tenaga kerja manusia," tambahnya.

robot pemetik buah
Setelah diujicoba robot pemetik buah di Victoria, penggunaan komersial pertama robot ini di Selandia Baru dipantau seksama. (Supplied: T&G Global)

Untuk memanfaatkan robot ini, kebun apel harus diatur sedemikian rupa agar buah dapat dipetik dengan mudah.

Robot prototipe serupa juga telah diujicoba di Australia.

Salah satu petani apel terbesar di Tasmania, Howard Hansen, saat ini mempekerjakan sekitar 70 pemetik dan pengepak di kebunnya di Grove di Lembah Huon.

"Ini perkembangan yang menarik. Tapi saya menilai proyek ini masih perlu banyak penyempurnaan sebelum diterapkan di Tasmania," kata Hansen.

"Di sisi positifnya, robot ini tampaknya lembut menangani buah dan berpotensi bekerja sepanjang waktu dibandingkan pekerja pemetik buah," jelasnya.

Dia menilai robot ini tampaknya bekerja lebih baik di pertanian yang lahannya datar.

robot pemetik apel
Robot pemetik buah apel sedang bekerja di bawah pengawasan ketat pengembang teknologi ini di Hawkes Bay. (Supplied: T&G Global)

T&G Global mengatakan robot itu tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan pekerja pemetik buah. Sebagai gantinya akan mampu memetik buah lebih banyak setiap hari.

"Kami melihat robot memetik sampai 40 keranjang buah sehari, sehingga jelas akan melengkapi panen yang dilakukan manusia," kata Westwood.

robot pemetik apel
Pengembang robot pemetik apel mengatakan robot ini akan melengkapi pekerjaan yang sudah dilakukan oleh pemetik buah manusia. (ABC Rural: Laurissa Smith, file photo)

Saat ini seorang operator harus mendampingi robot ketika bekerja di kebun, meskipun saat bekerja robot tersebut dapat bekerja sendiri.

Russel Rankin, yang membantu pengembangan robot pemetik buah ini, mengatakan sangat antusias bekerja di bidang robotika dan pertanian.

"Saya bekerja dengan universitas di Queensland yang mengembangkan robot pemetik cabai," kata Rankin.

"Mereka juga mengembangkan robot yang disebut Agbot, yang bisa mengatasi gulma," katanya.

"Universitas Sydney juga berinvestasi besar dalam mengembangkan platform untuk panen sayuran secara robotik," jelasnya.

T&G Global mengatakan apel yang dipanen oleh robot di kebun Hawkes Bay akan dikirim ke pasar di negara-negara Asia.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed