DetikNews
Senin 01 April 2019, 17:42 WIB

Neneknya Minta Anak-anak Teroris Australia Khaled Sharrouf Dipulangkan

ABC Australia - detikNews
Neneknya Minta Anak-anak Teroris Australia Khaled Sharrouf Dipulangkan
Canberra -

Anak-anak teroris ISIS asal Australia Khaled Sharrouf selamat dari pertempuran brutal di Suriah dan kini diketahui berada di sebuah kamp pengungsi di utara negara itu. Nenek mereka berharap agar ketiga cucunya itu dipulangkan ke Australia.

ABC mendapatkan informasi ketiga anak Sharrouf, yaitu Zaynab (17), Hoda (16) dan Humzeh (8), berhasil melarikan diri dari pengepungan terhadap Kota Baghouz di Suriah selatan pada pertengahan Maret lalu.

Mereka dibawa oleh pasukan Kurdi ke kamp pengungsi al-Hawl, sekitar 300 kilometer di utara Baghouz.

Bersama mereka ada pula dua anak dari Zaynab sendiri, yaitu Ayesha (3) dan Fatima (2).

Meski anak-anak tersebut selamat dari bom dan peluru, namun sekarang mereka menghadapi tantangan lain. Sejak Desember lalu setidaknya 60 anak-anak dan bayi meninggal di kamp pengungsi tersebut.

PBB memperkirakan sekitar 67.000 orang kini ditahan dalam kamp tersebut, 90 persennya di antara wanita dan anak-anak.

Nenek anak-anak itu, Karen Nettleton, secara khusus menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Zaynab, yang dalam kondisi hamil dan akan melahirkan di kamp al-Hawl.

"Zaynab hamil tujuh setengah bulan, dia merasa kelelahan," kata Nettleton.

Sementara Hoda, katanya, mengalami cedera kaki sehingga sangat sulit baginya untuk bepergian.

Perdana Menteri Scott Morrison hari Senin (1/4/2019) mengatakan tidak mau mempertaruhkan nyawa warga Australia dengan memulangkan warganya yang terlibat ISIS.

"Saya rasa tidak sulit diterima ada orang Australia pergi berperang melawan nilai-nilai dan cara hidup kita dan bergabung perang ISIS," kata PM Morrison.

"Lebih hina lagi jika mereka menyeret anak-anak mereka ke sana," tambahnya.

PM Morrison menjelaskan UU Anti Terorisme yang kini dibahas di parlemen akan memungkinkan pemerintah mengatur pemulangan setiap keluarga dari wilayah tersebut melalui skema yang mirip pembebasan bersyarat.

RUU ini juga memungkinkan Menteri Dalam Negeri mencegah seorang warga Australia berusia 14 tahun ke atas memasuki Australia hingga dua tahun.

Ikuti berita selengkapnya di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed