DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 13:10 WIB

Menghilangnya Warga Australia yang Pernah Dituduh Dukung 'Muslim Brotherhood'

ABC Australia - detikNews
Menghilangnya Warga Australia yang Pernah Dituduh Dukung Muslim Brotherhood
Kairo -

Hazem Hamouda, warga negara Australia dilaporkan "menghilang" di Mesir, setelah ketidakhadirannya di kantor polisi di mana ia akan dibebaskan. Sebelumnya Hazem mendekam di salah satu penjara paling terkenal di Mesir selama lebih dari setahun tanpa tuduhan atau bukti kuat.

Misteri hilangnya Hazem
  • Pengadilan telah meminta pembebasan Hazem awal pekan ini
  • Hazem tidak dibawa ke kantor polisi untuk pembebasannya
  • Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia ikut menyelidiki

Hazem, usia 54 tahun asal Brisbane ditangkap di Bandara Internasional Kairo pada 25 Januari 2018 , yang juga jadi hari peringatan pemberontakan Mesir di tahun 2011, dituduh telah bersimpati dengan kelompok 'Muslim Brotherhood' yang masuk dalam daftar terlarang.

Ia juga telah dituduh menyebarkan berita palsu di jejaring sosial.

Anak-anak Hazem bersikeras jika ayah mereka menyatakan bahwa ayah mereka, yang memiliki dua kewarganegaraan Australia dan Mesir, tidak memiliki hubungan dengan organisasi terlarang tersebut.

Mereka juga telah melakukan kampanye sebagai upaya untuk membebaskannya.

Di tengah kasus Hazem yang mendapat sorotan international, jaksa agung Mesir memerintahkan pembebasannya awal pekan ini, tetapi dia tidak dibawa ke kantor polisi yang telah ditunjuk sebagai lokasi pembebasan pada hari itu.

Sepasang suami istri sedang duduk di taman
Hazem Hamouda, kiri beserta istrinya, Evelyn Hamouda. (Foto: Koleksi pribadi)

"Kami sangat gembira ketika Departemen Luar Negeri menghubungi kami untuk memberi tahu kami bahwa Ayah akan dibebaskan dan semua dakwaan dibatalkan," kata putri sulungnya, Lamisse Hamouda.

"Jadi, ketika Ayah dilaporkan tidak ada di kantor polisi dan tidak ada yang tahu di mana dia berada, kami merasa hancur."

"Menganggapnya hilang setelah percaya ia akan pulang adalah seperti mimpi buruk dalam mimpi buruk dari apa yang sudah kita alami selama setahun terakhir."

'Penghinaan terhadap hukum' A market is set up outside Tora prison in Egypt.
Hazem telah mendekam di penjara Tora di Mesir yang dikenal sebagai penjara yang sangat ketat dan keras. (Foto: Koleksi pribadi)

Caoilfhionn Gallagher QC dan Jennifer Robinson, pengacara Hazem di London, mengatakan kepergiannya menimbulkan "kekhawatiran serius" soal keselamatan dan keamanannya.

Mereka menyerukan Mesir untuk memberikan informasi tentang keberadaannya dan untuk membebaskannya segera.

"Hazem telah ditahan secara tidak adil dan sewenang-wenang selama lebih dari setahun," kata pengacaranya.

"Tidak ada dasar hukum untuk terus menahannya."

Di Mesir, seseorang dapat ditahan di balik jeruji besi hingga 150 hari tanpa tuduhan atau bukti saat diselidiki atau bisa juga 15 hari yang diperbaharui hingga 10 kali. Setelah itu, kasusnya akan ditinjau setiap 45 hari.

Peter Greste, seorang jurnalis Australia yang juga menghabiskan lebih dari setahun di Penjara Tora, mengatakan dia "sangat khawatir" dengan laporan Hazem yang "menghilang" setelah tuduhannya dibatalkan.

"Setelah lebih dari satu tahun di penjara tanpa ada bukti nyata, penahanan Hazem adalah sebuah penghinaan terhadap sistem hukum itu sendiri," katanya.

"Perkembangan terakhir ini tidak hanya merupakan siksaan tambahan bagi keluarganya dan tidak diragukan lagi untuk Hazem sendiri, tetapi juga menegaskan apa yang selalu kita yakini, bahwa tindakan semacam ini yang dilakukan oleh individu-individu dalam sistem peradilan Mesir tampaknya tidak dilepaskan dari pemahaman tentang keadilan, dan keadilan tidak dapat diperlakukan dengan hormat. "

Ia mendesak Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne untuk menemukan Hazem dan mengembalikannya ke keluarganya.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia sedang menyelidiki masalah ini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed