DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 11:56 WIB

Enam Warga Melbourne Berencana Gulingkan Pemerintah Filipina

ABC Australia - detikNews
Enam Warga Melbourne Berencana Gulingkan Pemerintah Filipina
Melbourne -

Enam pria Australia mengaku bersalah atas tuduhan berencana masuk ke Filipina dan mendorong umat Islam menggulingkan pemerintah negara itu.

Keenam pria asal Melbourne ini telah membeli kapal dan berencana berlayar dari Kota Cape York di Queensland menuju Filipina Selatan pada pertengahan 2016.

Demikian terungkap dalam persidangan kasus ini di Melbourne hari Jumat (22/2/2019).

Sebelumnya, ada perintah pengadilan yang melarang pemberitaan atas kasus ini dan larangan tersebut berakhir hari ini.

Menurut berkas tuntutan yang disampaikan jaksa, dalam menjalankan aksinya kelompok ini menggunakan bahasa kode, menggunakan nama alias, serta berusaha mendapatkan kredit bank untuk digunakan membiayai aksinya.

Keenam terdakwa yaitu Robert Cerantonio, Shayden Thorne, Paul Dacre, Antonino Granata, Kadir Kaya dan Murat Kaya sepakat mendorong penggulingan pemerintah di Filipina Selatan secara paksa atau dengan jalan kekerasan.

Murat Kaya, in handcuffs, is escorted into court by police.
Salah satu terdakwa, Murat Kaya, saat tiba di pengadilan, Jumat (22/2/2019). (AAP: Tracey Nearmy)

Jaksa Robert Cerantonio menyatakan seluruh terdakwa memiliki kaitan dengan ekstremisme Islam, khususnya Cerantonio, yang pernah tinggal di Filipina dan disebut-sebut sebagai pemimpin kelompok ini.

Disebutkan, Cerantonio mendukung perlawanan ISIS di Irak dan Suriah serta menganjurkan pemberlakuan hukum syariah.

"Masing-masing terdakwa bisa dikaitkan dengan bukti-bukti yang sejalan dengan dukungan pada tujuan dan ide ekstremisme Islam dan jihad serta antipati terhadap masyarakat Australia dan aturan hukum," kata jaksa dalam tuntutannya.

Meskipun jaksa tidak menyebutkan secara rinci bagaimana para terdakwa berusaha menjalankan rencananya menggulingkan pemerintah, namun disebutkan bahwa rencana ini sama sekali bukan hayalan.

"Seruan untuk menggulingkan pemerintah asing dengan paksa atau menggunakan kekerasan membahayakan tatanan masyarakat," kata Jaksa Penuntut Umum.

Menurut berkas tuntutan, Haci Kaya, ayah dari terdakwa Murat and Kadir Kaya, memberikan dana 90.000 dolar untuk membiayai rencana tersebut.

The father of Kaya brothers, Haci Kaya, walks out of court.
Haci Kaya, ayah dari dua terdakwa, di luar gedung pengadilan. (ABC News: Danielle Bonica)

Para terdakwa menggunakannya membeli mobil yang digunakan membawa perahu mereka ke Cape York.

Ditambahkan, mereka juga membeli peralatan navigasi dan membuat peta rute pelayaran.

Empat terdakwa yaitu Granata, Dacre serta Kadir dan Murat Kaya telah divonis sementara Thorne akan divonis pada Senin pekan depan.

Terdakwa lainnya Robert Cerantonio akan divonis pada Maret mendatang.

Ikuti juga berita lainnya dari ABC Indonesia.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed