DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 11:56 WIB

Setelah Terjang Kaledonia Baru, Badai Topan Oma Ancam Queensland

ABC Australia - detikNews
Setelah Terjang Kaledonia Baru, Badai Topan Oma Ancam Queensland
Queensland -

Bagai tropis Topan Oma kemungkinan mengancam kawasan pantai selatan Queensland, menyusul perubahan arah lintasannya setelah menerjang Kaledonia Baru pada Selasa (19/2/2019) malam.

Menurut Biro Meteorologi Australia (BOM), badai kategori dua ini telah meninggalkan Kaledonia Baru, dan berada sekitar 1.100 kilometer timur laut Kota Brisbane.

BOM mengatakan badai ini kemungkinan besar tidak berbelok ke tenggara menuju Selandia Baru sebagaimana diperkirakan sebelumnya.

Sam Campbell dari BOM menjelaskan Topan Oma justru bergerak ke arah barat daya.

Dia menyatakan pihaknya kemungkinan merilis peringatan badai pada Selasa sore sebelum angin kencang tiba besok di kawasan itu.

"Sekarang semakin terlihat kemungkinan badai ini akan bergerak ke arah barat menuju pantai selatan Queensland," jelasnya.

Dia memperkirakan Topan Oma tidak akan berkembang menjadi kategori tiga begitu mencapai wilayah pantai.

Campbell mengatakan masih belum pasti di wilayah pantai mana tepatnya badai itu akan menerjang.

Dia menyebut kawasan di sekitar Kota Rockhampton ke selatan hingga Kota Brisbane berpotensi diterjang badai.

"Namun perlu saya tekankan bahwa badai ini memang akan mendekati pantai namun meskipun ada kemungkinan bukan berarti akan masuk ke wilayah daratan," jelasnya.

BOM mengatakan kondisi ombak berbahaya akan berkembang pada Kamis sore di Pulau Fraser dan wilayah Capricornia.

"Kondisi ini diperkirakan akan bergerak ke selatan di pesisir Queensland tenggara sepanjang hari Jumat," katanya.

Ketinggian ombak hari ini diperkirakan akan melebihi rata-rata tahunan.

Penjaga pantai Gold Coast diperkirakan akan menutup pantai populer tersebut karena tingginya ombak.

Di Sunshine Coast, kapal-kapal penangkap ikan di Mooloolaba sebagian besar telah kembali.

Manajer Umum Perikanan Sungai Mooloolah, Daryn Logan, mengatakan hanya kapal-kapal tuna dan pukat yang lebih besar tetap berada di laut dan diperkirakan pulang dalam sehari.

Ikuti juga berita lainnya dari ABC Indonesia.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed