DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 10:40 WIB

ASIO Bantah Targetkan Warga China di Australia Pasca Penolakan Huang Xiangmo

ABC Australia - detikNews
ASIO Bantah Targetkan Warga China di Australia Pasca Penolakan Huang Xiangmo
Canberra -

Kepala Badan Intelijen Dalam Negeri Australia (ASIO) menolak tuduhan bahwa mereka menargetkan komunitas China di tengah kontroversi terkait Huang Xiangmo.

Departemen Dalam Negeri menolak permohonan kewarganegaraan Huang Xiangmo saat dia berada di luar negeri. ASIO mengkhawatirkan hubungan miliarder ini dengan Partai Komunis China, dan telah memperingatkan partai-partai politik Australia tentang menerima sumbangan darinya.

Tetapi keputusan untuk secara efektif melarang Huang telah menimbulkan kegelisahan di sejumlah komunitas warga China di Australia.

Tiga surat kabar besar berbahasa Mandarin di Australia menerbitkan surat-surat yang identik membela Huang dan menyerang badan intelijen Australia.

Surat itu ditandatangani oleh lebih dari 100 kelompok masyarakat.

"Apa yang terjadi pada Huang Xiangmo hari ini dapat terjadi pada salah satu dari kita besok," bunyi pernyataan itu.

"Jika kita tidak membela hak dan kepentingan Huang Xiangmo yang sah hari ini, tidak ada yang akan bisa membela hak dan kepentingan kita yang sah besok."

"Kami sangat memprotes bahwa Huang telah kehilangan visa tinggal permanennya atas tuduhan palsu oleh badan intelijen terkait."

"Perlakuan tidak adil yang diderita oleh Huang telah memberikan pukulan berat terhadap partisipasi politik yang sah dari orang-orang China atau etnis minoritas lainnya. Itu membuat orang-orang yang kurang mampu dari komunitas China dan etnis minoritas lainnya menjadi lebih rentan."

Huang, Gillard, Dastyari dan Wong
Salah satu kelompok warga China mendukung pengusiran Huang (kedua dari kiri) mengatakan Australia harus menolak virus korupsi. (Supplied: Yuhu website)


Namun, Australian Values Alliance - kelompok yang juga berasal dari komunitas China Australia - membuat pernyataan yang menunjukkan dukungan bagi keputusan Pemerintah Australia.

Pernyataan itu mengatakan itu adalah sebuah "langkah baru ke arah yang benar" bagi Australia untuk "menolak virus korupsi" - merujuk pada keterlibatan Huang dalam sumbangan politik sebelum visanya dibatalkan.

"Sangat penting bahwa kita menghindari komentar yang akan menimbulkan rasa takut."

Direktur Jenderal Keamanan ASIO, Duncan Lewis, mengatakan kepada komite perkiraan senat bahwa serangan terhadap organisasinya tidak akurat.

"Saya prihatin dengan laporan yang beredar di Australia, di luar negeri dan di surat kabar berbahasa asing selama akhir pekan ini, secara keliru menyatakan bahwa komunitas China adalah target ASIO," kata Mayor Jenderal Lewis.

"Tidak demikian adanya ... ASIO tidak menyelidiki orang berdasarkan latar belakang etnis, agama, atau budaya mereka."

Tetapi Mayor Jenderal Duncan Lewis berusaha meyakinkan warga Australia China bahwa mereka tidak perlu takut kepada agen keamanan.

"Sangat penting bahwa kita menghindari komentar yang akan menanamkan rasa takut dan mencemari komunitas seperti itu yang memberikan kontribusi positif bagi kehidupan Australia, ekonomi kita dan budaya kita," katanya.

"Dan sebagai Dirjen keamanan, saya dapat mengatakan dengan tegas bahwa dari sudut pandang keamanan, sebagian besar orang dari keturunan warga China tidak memiliki alasan untuk diselidiki oleh ASIO karena mereka tidak memiliki kepentingan keamanan. Kita tidak boleh mengusik orang banyak karena tindakan dari beberapa orang saja."

Mayor Jenderal Duncan Lewis juga mengeluarkan peringatan yang lebih luas tentang tantangan yang ditimbulkan oleh campur tangan asing.

"Skala aktivitas intelijen asing saat ini terhadap kepentingan Australia belum pernah terjadi sebelumnya," katanya kepada komite.

"Kegiatan intelijen yang bermusuhan merupakan ancaman nyata dan eksistensial terhadap keamanan dan kedaulatan Australia."

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed