detikNews
Selasa 18 Desember 2018, 11:45 WIB

Presiden Putin Khawatir Musik Rap Akan Rusak Pikiran Anak Muda Rusia

ABC Australia - detikNews
Presiden Putin Khawatir Musik Rap Akan Rusak Pikiran Anak Muda Rusia
Moskow -

Presiden Vladimir Putin telah meminta pemerintahnya untuk "mengendalikan" musik rap, seiring semakin maraknya musik hip hop yang provokatif di seluruh penjuru Rusia.

Pihak berwenang telah menindak para rapper yang dianggap sebagai ancaman terhadap budaya negara, tapi Presiden Putin mengatakan melarang mereka tampil malah akan membuat mereka lebih populer.

"Jika tidak mungkin untuk dihentikan, maka kita harus membimbing dan mengarahkannya," ujar Presiden Putin dalam sebuah forum di St Petersburg akhir pekan lalu (15/12).

Apa masalah dengan musik rap di Rusia?

Tiga kata: seks, narkoba dan protes.

Presiden Putin khawatir musik rap merusak pikiran anak-anak muda dengan bahasa kasar dan penggambaran pergaulan bebas serta penggunaan narkoba.

"Obat-obatan adalah yang paling mengkhawatirkan. Mereka mengantarkan pada degradasi bangsa," kata Presiden Putin.

A young man whispers into Russian President Vladimir Putin's ear during a youth forum.
(AP:AlexeiDruzhinin)

Namun gelombang musik rap yang baru ini juga telah menjadi bentuk protes terhadap Pemerintah.

Banyak rapper mendapat popularitas lewat menyalurkan rasa frustrasi kaum muda, rap tentang politik, kemiskinan, korupsi, dan kebrutalan polisi.

Salah satunya adalah Husky, seorang rapper berusia 25 tahun yang lagu-lagunya mengejek Pemerintah yang mengawasi warga sepenuhnya.

"Aku akan menyanyikan lagu, lagu yang paling jujur!" dalam salah satu liriknya.

Ia ditangkap bulan November lalu dan dijatuhi hukuman 12 hari penjara.

ApayangdilakukanHusky?

Husky, yang nama aslinya Dmitry Kuznetsov, ditangkap setelah melakukan pertunjukan dadakan di kota selatan Krasnodar pada November.

Foto seorang rapper berwarna hitam putih
Husky memiliki lebih dair 32 juta penonton di YouTube (Facebook: Husky)

Ia seharusnya melakukan konser, tapi kemudian dibubarkan setelah pihak berwenang memperingatkan bahwa tindakannya memiliki elemen "ekstremisme".

Husky kemudian memindahkan konsernya ke klub lain, tetapi digagalkan lagi dengan aliran listrik yang dimatikan dan semua orang dipaksa keluar.

Ia kemudian naik ke atap mobil yang dikelilingi oleh ratusan penggemarnya dan mulai melantunkan lirik lagu-lagunya, sebelum dibawa pergi oleh polisi.

Di pengadilan, Husky mengatakan dirinya terpaksa menggelar penampilan di jalanan karena konsernya telah dibatalkan tanpa penjelasan. Ia mengatakan bersedia membayar kompensasi atas kerusakan apapun pada kendaraan.

"Saya bertindak sedemikian rupa karena ... saya merasa berkewajiban untuk berbicara dengan orang-orang yang telah membeli tiket," katanya kepada pengadilan.

Pada akhirnya, ia dijatuhi hukuman 12 hari penjara karena pengrusakan, tetapi dibebaskan empat hari kemudian, selang beberapa jam sebelum sejumlah seniman hip hop lainnya berencana menggelar protes atas penahannya lewat sebuah konser solidaritas di Moskow.

Berapa banyak yang terpengaruh?

Pada tanggal 30 November, rapper Gone.Fludd mengumumkan pembatalan dua konsernya, karena tekanan dari "setiap agen polisi yang bisa Anda bayangkan".

Artis hip hop populer lainnya, Allj juga membatalkan acaranya di kota Yakutsk Kutub Utara setelah menerima ancaman kekerasan.

Dan bukan hanya rapper yang menjadi sasaran.

Sekelompok perempuan di atas benteng
Bank punk asal Rusia, Pussy Riot seringkali memprotes pemerintah lewat musiknya (Reuters (File): Denis Sinyakov)

Pihak berwenang membubarkan konser musisi pop sensasional, Monetochka dan band punk Friendzona bulan November lalu, sementara duo Nastya Kreslina dan Nikolay Kostylev juga telah membatalkan sejumlah tur nasional mereka.

dibatalkan pada tur nasional mereka.

"Kami tidak menerima pernyataan resmi, tidak ada surat, tidak ada apa pun. Ini hanya metode-metode untuk memerangi seni," kata mereka kepada The Associated Press.

Jadi apa rencana Putin?

Presiden Putin mengatakan Pemerintah perlu mulai mengambil pendekatan yang berbeda.

Menurutnya tindakan yang berat seringkali malah membuat kontraproduktif dan Presiden Putin telah meminta para pemimpin di bidang budaya untuk merancang cara baru untuk mengendalikan musik rap, bukan melarangnya.

"Bagaimana melakukannya, mengambil alih dan membimbing ke arah ytang diperlukan ... itulah masalah yang paling penting," katanya.

Bukan pertama kalinya Rusia merobohkan dunia musik.

Selama era Soviet, para pejabat Partai Komunis juga pernah mengusir para musisi rock yang dianggap sebagai ancaman ideologis.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed