DetikNews
Rabu 14 November 2018, 18:03 WIB

Adelaide Resmi Dinyatakan Terkena Wabah Sifilis

ABC Australia - detikNews
Adelaide Resmi Dinyatakan Terkena Wabah Sifilis Alat tes cepat yang baru ini akan mengidentifikasi dengan segera jika seseorang terkena sifilis. (ABC News: Allyson Horn)
Adelaide -

Wabah sifilis telah dinyatakan terjadi di Adelaide, di saat yang bersamaan otoritas kesehatan setempat memperingatkan bayi yang belum lahir bisa meninggal dunia jika penyakit menular ini menyebar melalui rahim.

Poin Utama Sifilis
Poin utama:

Wabah sifilis telah menyebar ke Adelaide

Ada 64 kasus yang dilaporkan di Australia Selatan, termasuk bayi, sejak tahun 2016

Wabah penyakit dimulai di negara bagian Queensland pada awal 2011

Otoritas Kesehatan Australia Selatan mengeluarkan peringatan kepada praktisi medis, menyatakan bahwa wabah sifilis secara resmi meluas ke Adelaide setelah sebelumnya terjadi di wilayah Far North, Eyre Peninsula dan wilayah barat negara bagian ini.

Wabah ini dimulai di wilayah Queensland pada tahun 2011, dan sejak itu ribuan orang di empat negara bagian telah terinfeksi.

Tanggapan Pemerintah Federal Australia terhadap wabah - yang termasuk tes respon cepat -ini belum mencapai Australia Selatan.

Respon itu telah diluncurkan di pusat-pusat wilayah pedalaman di Queensland, Wilayah Utara Australia (NT), dan Australia Barat.

Direktur pengendalian penyakit menular kesehatan Australia Selatan, Louise Flood, mengatakan telah terjadi "peningkatan kecil dalam kasus sifilis di kota Adelaide selama enam bulan terakhir".

"Semua dokter disarankan untuk menawarkan tes sifilis kepada penduduk Aborijin dan Selat Torres untuk membantu mengendalikan wabah itu," kata Dr Flood.

"Menemukan, menguji dan mengobati pasangan orang-orang yang menular juga penting dalam mengendalikan sifilis."

"Kami bekerja sama dengan Pemerintah Federal sebagai bagian dari Kelompok Kerja Penanganan Sifilis Multiyurisdiksi untuk memantau wabah itu dan mengkoordinasikan respon kesehatan masyarakat."

Infeksi yang meningkat

Data Otoritas Kesehatan Australia Selatan menunjukkan, 49 orang telah didiagnosa dengan sifilis terkait wabah di wilayah Far North, Eyre Peninsula dan wilayah barat sejak wabah itu dideklarasikan di daerah tersebut pada bulan November 2016.

Selanjutnya 15 kasus telah didiagnosa di kota Adelaide, dengan peningkatan pembawa penyakit dalam enam bulan terakhir.

Alat tes cepat yang baru ini akan mengidentifikasi dengan segera jika seseorang terkena sifilis.
Alat tes cepat yang baru ini akan mengidentifikasi dengan segera jika seseorang terkena sifilis. (ABC News: Allyson Horn)

Di antara kasus yang didiagnosa di Australia Selatan tahun lalu adalah bayi yang lahir dengan sifilis kongenital - bayi pertama yang lahir di negara bagian itu dengan penyakit fatal dalam 18 tahun terakhir.

Pada bulan Oktober, para profesional kesehatan mengatakan kepada ABC bahwa diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menurunkan tingkat infeksi secara nasional, dan menyerukan kepada Pemerintah untuk mendanai program pencegahan jangka panjang dan berkelanjutan yang menggabungkan pendidikan kesehatan seksual dengan pelatihan.

Menurut data Departemen Kesehatan Federal Australia, ada lebih dari 2.300 kasus sifilis yang dilaporkan di empat yurisdiksi. Sebanyak tujuh bayi dilaporkan telah meninggal.

Risiko terhadap ibu hamil dan janin

Peringatan yang dikirim oleh Otoritas Kesehatan Australia Selatan itu memperingatkan bahwa penyakit yang sangat menular tersebut bisa ditularkan dari ibu hamil ke bayi yang belum lahir, yang bisa menyebabkan kematian perinatal, persalinan prematur dan kelainan kongenital.

Di Australia Selatan, ada lima kasus sifilis menular yang terdiagnosa pada perempuan hamil.

Sifilis juga meningkatkan risiko infeksi HIV, dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ internal.

Penyakit ini biasanya bisa diobati dengan antibiotik termasuk penisilin.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed