DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 10:06 WIB

Petani Rambutan Australia Dongkrak Produksi Buah Pakai Lebah Tanpa Sengat

ABC Australia - detikNews
Petani Rambutan Australia Dongkrak Produksi Buah Pakai Lebah Tanpa Sengat
Canberra -

Peneliti Australia sedang memanfaatkan lebah tanpa sengat yang diselamatkan dari sebuah bangunan yang dirobohkan dalam proyek penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi buah rambutan.

Buah tropis, yang rasanya mirip dengan leci ini, dipanen selama musim hujan di Australia utara dan permintaannya semakin kuat selama Natal dan Tahun Baru China.

Namun, pohon ini sering gagal mengubah bunga menjadi buah, salah satu faktor yang sering membuat frustrasi para petani.

Entomolog dari Departemen Riset Industri Primer wilayah utara Australia (NT), Mary Finlay-Doney mengatakan ini adalah alasan utama mengapa petani sangat tertarik untuk terlibat dalam penelitian ini.

"Kami sedang mencoba menyelidiki apakah menggunakan penyerbuk yang dikelola di kebun akan membantu mendapatkan buah rambutan yang lebih besar dan hasil yang lebih banyak," kata Dr Finlay-Doney.

Petani rambutan Kerry Eupene menyambut baik penelitian ini, dan mengatakan bahwa sedikit penelitian dapat bermanfaat besar untuk industri rambutan.

"Dalam satu tangkai bunga, hanya akan ada 1 persen yang akan menjadi buah dan dapat dipanen di musim yang baik, jadi jika kita bisa meningkatkannya dengan hanya 1 persen lagi, Anda dapat membayangkan efek apa yang akan terjadi pada hasil panen."

rambutan
Rambutan adalah tipikal pohon yang berbuah sedikit dan hanya kurang dari 1 persen bunganya yang berhasil menjadi buah. (ABC Rural: Matt Brann)

Menggunakan lebah yang diselamatkan

Lebah tanpa sengat Tetragonula mellipes yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagian dari pemeliharaan lebah yang dibangun oleh departemen industri primer Wilayah Utara Australia (NT) menggunakan sarang lebah yang diselamatkan dari Berrimah Research Farm.

"Berrimah Farm sedang dikembangkan menjadi kawasan perumahan bersubdivisi dan banyak bangunan yang diruntuhkan," kata Dr Finlay-Doney.

"Sementara mereka berkeliling merobohkan semua bangunan di sekitar peternakan itu, kami berkeliling dan mengumpulkan lebah yang telah bersarang di dinding bangunan-bangunan itu."

Menurut Dr Finlay-Doney, tempat pemeliharaan lebah mereka, yang terdiri dari hampir 30 sarang lebah, adalah satu-satunya peternakan lebah jenis Tetragonula mellipes di Australia.

Menurutnya bukan hal yang aneh membudidayakan lebah tanpa sengat dari sarang yang diselamatkan, tetapi sarang lebah itu jarang berasal dari bangunan.

"Di Queensland tenggara banyak penyelamatan sarang lebah yang berasal dari pohon yang ditebang untuk pembangunan di pinggiran kota."

Dr Eupene mengatakan dia sudah lama menyadari bahwa lebah tanpa sengat adalah hewan penyerbuk yang sibuk di perkebunan.

"Kami sudah tertarik untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan di kebun, karena tidak ada yang tahu," katanya.

Dr Finlay-Doney mengatakan juga sebagai pekerja keras, lebah tanpa sengat ini ideal untuk pekerjaan menyerbukan bunga di pohon rambutan karena mereka tidak keberatan terbang di bawah jaring.

"Kebanyakan pohon rambutan ditanam di bawah jaring, dan karena itu melakukan penyerbukan, Anda perlu serangga yang bisa terbang di bawah jaring tersebut."

Dr Eupene setuju bahwa lebah madu tidak ideal untuk menyerbuki rambutan.

"Bunga rambutan cukup kecil dan lebah madu Eropa agak kikuk untuk masuk ke sana, sedangkan lebah lokal tidak cocok di dalam bunga, jadi lebah tanpa sengat itu adalah pilihan yang lebih baik," katanya.

Alasan lain mengapa lebah tanpa sengat lebih ideal, menurut Dr Finlay-Doney, adalah karena mereka endemik di Darwin.

"Mereka beradaptasi dengan kondisi iklim di daerah itu dan mereka berkembang di bawah suhu dan kelembaban."

Studi dapat bermanfaat bagi petani lain

Sementara penelitian tersebut membuat para petani rambutan bersemangat, Dr Finlay-Doney mengatakan bahwa mereka juga menarik minat dari para petani lainnya.

"Ada minat dari produsen berry dan dari tanaman buah tropis lainnya," katanya.

"[Tapi] bagi kami ini adalah pertanyaan yang sangat lokal dan spesifik karena kami berurusan dengan spesies endemik."

Karena studi ini masih di tahun pertama, diperkirakan masih perlu waktu cukup lama sebelum ada hasil yang pasti.

"Saat ini apa yang kami lakukan masih menyoroti hal-hal dasar terkait perilaku lebah di kebun seperti meneliti pola kunjungan lebah pada bunga dan melihat penerimaan bunga terhadap penyerbukan," kata Dr Finlay-Doney.

"Kita mungkin butuh waktu dua atau tiga tahun lagi sebelum kita dapat menunjukkan keefektifan [lebah tanpa sengat] di kebun rambutan."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +