DetikNews
Jumat 28 September 2018, 16:49 WIB

Sebanyak 37 Spesies Laba-laba Baru Ditemukan di Australia

ABC Australia - detikNews
Sebanyak 37 Spesies Laba-laba Baru Ditemukan di Australia
Queensland -

Puluhan spesies laba-laba baru telah ditemukan di Pantai Cooloola Queensland dalam satu akhir pekan, dan para ilmuwan yakin masih banyak lagi spesies di luar sana yang menunggu untuk ditemukan.

Penyebutan 37 spesies laba-laba baru mungkin mengerikan bagi sebagian orang, tetapi bagi ahli laba-laba Robert Whyte, hal itu menyenangkan.

"Orang-orang mungkin khawatir, tetapi ini bukan laba-laba berbulu besar. Ini adalah laba-laba kecil yang terlihat seperti permata," katanya.

Whyte mengatakan yang paling menarik adalah laba-laba dengan panjang tubuh hanya 1.14mm, yang diberi nama Baalzebub seperti dewa kegelapan.

Yang paling indah berukuran 5mm "laba-laba kepiting hijau muda yang cantik, dan ketika kami menemukannya kami cukup bahagia", kata Whyte.

Struktur kakinya membuat laba-laba itu bisa berjalan menyamping seperti kepiting.

Walau semua laba-laba memiliki racun untuk memburu mangsanya, mereka tidak dianggap mematikan bagi manusia.

"Tak satu pun dari mereka bahkan berbahaya. Mereka adalah makhluk kecil yang sangat indah yang melompat di atas dedaunan," kata Whyte.

Penyuka laba-laba, Robert Whyte, sangat gembira dengan penemuan baru dan menyebut masih banyak yang belum ditemukan.
Penyuka laba-laba, Robert Whyte, sangat gembira dengan penemuan baru dan menyebut masih banyak yang belum ditemukan. (ABC News: Lucy Murray)


Warga biasa bantu temukan spesies baru

Laba-laba ini ditemukan selama pengamatan besar flora dan fauna di taman nasional di sekitar wilayah Rainbow Beach, Queensland pada bulan Agustus.

Penyelenggara proyek Cooloola Coast BioBlitz, John Sinclair, mengatakan, lebih dari 80 ilmuwan dan relawan menghabiskan akhir pekan itu dengan mengguncang pohon dan memilah-milah dedaunan, mengumpulkan semua yang menggeliat atau bergerak.

"Ini adalah contoh bagus dari proyek sains orang awam di mana orang-orang yang tidak memiliki keahlian membantu orang-orang yang ahli," katanya.

"Robert pergi dengan sekelompok warga amatir yang hanya ingin belajar tentang laba-laba sebanyak yang mereka bisa, dan mereka membantunya mengumpulkan spesimen."

Laba-laba Baalzebub dinamai demikian karena karakter gelapnya.
Laba-laba Baalzebub dinamai demikian karena karakter gelapnya. (Supplied: Robert Whyte)

"Ketika Anda mulai belajar lebih banyak tentang laba-laba, Anda menemukan ketakutan terhadap spesies itu menghilang begitu saja karena mereka menjadi sangat menarik."

Penemuan penting lainnya adalah spesies baru Orthobula, yang diperkirakan akan menambah jumlah keluarga laba-laba Australia dari 78 menjadi 79 setelah diverifikasi.

"Sebelum mereka bisa secara resmi diakui oleh katalog laba-laba dunia, mereka harus berada di sebuah makalah ilmiah di jurnal yang dihormati yang dikaji oleh rekan sejawat," kata Whyte.

"Saya sebenarnya cukup terkejut bahwa kami mendapat begitu banyak spesies baru dalam waktu singkat, dan itu benar-benar menunjukkan area itu sangat kaya secara ekologis."

Salah satu penemuan besar diyakini sebagai keluarga laba-laba baru Australia.
Salah satu penemuan besar diyakini sebagai keluarga laba-laba baru Australia. (Supplied: Robert Whyte)


Ingin masuk Daftar Warisan Dunia

Rencana untuk melakukan proyek BioBlitz lain di Pantai Cooloola pada bulan Mei tengah disusun.

"Ke 37 spesies baru itu hanya sebagian kecil dari yang ada di sana," kata Dr Sinclair.

"Masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan. Kami berharap untuk menambah daftar itu ketika kami melakukan BioBlitz berikutnya pada bulan Mei."

Dr Sinclair berharap penemuan-penemuan baru akan membantu membuat Pantai Cooloola masuk ke Daftar Warisan Dunia.

Para ilmuwan akan kembali ke wilayah Rainbow Beach untuk melanjutkan pencarian lebih banyak spesies baru.
Para ilmuwan akan kembali ke wilayah Rainbow Beach untuk melanjutkan pencarian lebih banyak spesies baru. (Supplied: Robert Whyte)

"Cooloola adalah salah satu daerah terkaya untuk keanekaragaman hayati di benua Australia," katanya.

"Kami baru saja mendapat begitu banyak jenis habitat yang berbeda, mulai dari hutan hujan sampai mangrove hingga padang pasir besar, dan itu menjadi tempat yang sangat bagus untuk belajar."

"Sudah ada dalam Daftar Warisan Dunia sementara dan kami berharap itu dapat meningkatkan prioritasnya sehingga akhirnya Cooloola bisa diakui dengan benar."

Relawan membantu peneliti mengumpulkan spesimen selama proyek Cooloola Coast BioBlitz.
Relawan membantu peneliti mengumpulkan spesimen selama proyekCooloolaCoastBioBlitz. (Supplied:JohnSinclair)

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed