DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 02:36 WIB

Dugaan Eksploitasi Pekerja di Industri Berbasis Aplikasi Australia

Australia Plus ABC [OLD - 2] - detikNews
Dugaan Eksploitasi Pekerja di Industri Berbasis Aplikasi Australia
Canberra -

Layanan pengiriman ke rumah di Australia seperti Uber Eats dan Deliveroo mungkin populer di kalangan konsumen, tetapi ekspansi cepat mereka di negara itu telah disertai dengan kisah eksploitasi pekerja.

Mereka yang mengantarkan makanan dari restoran top ke konsumen yang lapar adalah bagian dari industri dan ekonomi negara bagian yang sedang berkembang pesat, dan mereka sering kekurangan perlindungan dibanding pekerja lain di sektor yang lebih mapan.

Prihatin dengan kisah-kisah seperti yang dialami Icce Mejia, Pemerintah Negara Bagian Victoria telah mengumumkan penyelidikan terhadap industri yang identik dengan kontrak palsu tersebut.

Mejia adalah salah satu kurir sepeda peringkat teratas yang sempat bekerja dengan perusahaan Foodora, yang kini sudah mati.

Di bawah sistem mereka, ia diminta untuk memiliki nomor bisnis dan menyediakan sepedanya sendiri.

"Pada dasarnya, Anda adalah seorang kontraktor independen," katanya.

Mejia, yang pindah ke Australia dari Meksiko pada tahun 2015, bekerja setidaknya 50 jam seminggu bersama Foodora.

Di saat berlomba untuk mengerjakan lebih banyak pesanan - staf dibayar per pesanan -ia mengalami kecelakaan ketika pintu mobil yang diparkir dibuka ke arahnya.

Meskipun lengannya patah, dan sepedanya rusak, ia terus mengantarkan pesanan yang jauhnya dua blok lagi.

Cedera itu terjadi di tempat kerja, tetapi ia tidak diberi kompensasi, karena ia "tidak bekerja untuk mereka" sehingga tidak memiliki hak atau asuransi.

"Selama kami adalah kontraktor independen, mereka menggunakan itu untuk melawan kami, kapan pun hal seperti ini terjadi," katanya.

"Anda menyelesaikannya sendiri."

"Tapi sementara kami bekerja dengan baik, dan kami tidak kesulitan mereka memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan ... mereka pada dasarnya adalah bos kami."

Selama periode liburnya, ia mengalami penurunan peringkat di Foodora yang berarti ia tak bisa mengakses shift apapun.

Pekerja tak diakui haknya

Serikat pekerja mengatakan, masalah dalam pasar pekerja adalah bahwa sebagian besar pekerja berada pada kontrak individual atau bekerja sebagai subkontraktor yang membuat mereka tak memiliki hak dasar di tempat kerja mereka.

Menanggapi kekhawatiran yang meningkat ini, Pemerintah Negara Bagian Victoria sedang mengadakan penyelidikan terhadap tenaga kerja lepas. Mantan komisioner lembaga Fair Work Australia, Natalie James, direkrut untuk memimpin penyelidikan tersebut.

Tujuan dari penyelidikan adalah untuk menentukan peraturan apa yang diperlukan untuk melindungi pekerja dan konsumen dengan lebih baik. Ini juga akan mengawasi perusahaan seperti AirTasker.

Masalah dengan industri itu mendapatkan perhatian luas awal tahun ini, yakni pada bulan Juni, ketika perusahaan pengiriman makanan Foodora memutuskan untuk keluar dari Australia, tak lama setelah lembaga Fair Work Ombudsman mulai beraksi di Pengadilan Federal menentangnya karena diduga melakukan kontrak palsu.

Serikat Pekerja Transportasi telah berjuang untuk perlindungan bagi pekerja di sektor ini.

Sekretaris Nasional Australia, Michael Kaine, mengatakan survei terhadap pekerja lepas menemukan bahwa 70 persen percaya bahwa mereka tak memiliki hak di tempat kerja.

"Ini bukan ekonomi baru yang bersinar," katanya.

"Ini adalah eksploitasi kuno yang bagus, tapi kali ini dengan miliarder teknologi melalui aplikasi."

"Mereka sedang ditipu karena perusahaan-perusahaan memposisikan diri untuk dengan sengaja menolak hak mereka (pekerja lepas)".

Situasi yang cukup tak aman

Menteri Hubungan Industrial Victoria, Natalie Hutchins, mengatakan beberapa bisnis menggunakan kontrak palsu untuk menghindari pembayaran upah minimum, cuti tahunan, cuti sakit dan pensiun.

Para pekerja juga berjuang untuk mendapatkan bantuan ketika terluka dalam pekerjaan

"Sayangnya, ada terlalu banyak contoh eksploitasi pekerja dan juga para pekerja yang menghadapi situasi yang tidak aman, terutama ketika mereka menggunakan jalanan kami," kata Hutchins.

Penyelidikan ini akan memeriksa tuduhan dan penentuan mengenai pengaturan kontrak dan apakah pengaturan ini digunakan untuk menghindari undang-undang tempat kerja dan kewajiban hukum lainnya di negara bagian Victoria.

"Kami ingin memastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan itu dibangun bebas dari eksploitasi tenaga kerja," kata sang Menteri.

Hutchins mengatakan industri besar berikutnya yang akan ditinjau adalah orang-orang yang membeli dan mengirim bahan makanan dari supermarket ke rumah-rumah.

Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan laporan akhir kepada Pemerintah pada akhir 2019, dan akan mendengar opini publik, termasuk masukan pekerja dan bisnis.

Terbuka dan fleksibel

Uber mengatakan bahwa orang-orang yang menjadi kurir dengan menggunakan aplikasi Uber Eats atau menawarkan tumpangan menggunakan aplikasi Uber adalah kontraktor independen.

"Uber memberikan peluang pendapatan secara terbuka dan benar-benar fleksibel bagi siapa saja yang telah mendaftar dan memenuhi kualifikasi peraturan untuk menggunakan aplikasi," kata juru bicara.

"Ini berarti tidak ada shift kerja, dan tidak ada persyaratan bagi mitra untuk selalu siap atau berada di lokasi tertentu."

"Mitra bebas untuk menerima atau menolak permintaan yang dikirimkan kepada mereka dan juga bebas untuk menggunakan aplikasi lain."

"Persyaratan asuransi untuk pengemudi aplikasi tumpangan diamanatkan di semua negara bagian dan teritori Australia."

"Persyaratan asuransi yang diamanatkan ini diberlakukan di samping tanggungan yang harus dipenuhi oleh Uber."

Deliveroo telah dihubungi untuk dimintai komentar.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.




(nkn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed