DetikNews
Kamis 13 September 2018, 09:23 WIB

Temuan Emas Besar Rp 158 Miliar Picu Antusiasme di Australia Barat

Australia plus ABC - detikNews
Temuan Emas Besar Rp 158 Miliar Picu Antusiasme di Australia Barat
Perth -

Penemuan spesimen emas langka di sebuah tambang di pedalaman Australia Barat telah memicu antusiasme baru di kalangan industri maupun masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Sebuah perusahaan pertambangan yang menguasai lahan yang berdekatan dengan tambang Beta Hunt, berhasil menemukan bongkahan batu emas berharga senilai $ 15 juta atau setara Rp 158 miliar di Kambalda, yang berlokasi sekitar 630 kilometer sebelah timur Perth.

Bongkahan batu emas yang ditemukan di kedalaman 500 meter di bawah permukaan tanah, telah memicu antusiasme berbagai kalangan.

Sejumlah orang bahkan menilai penemuan tersebut bisa memicu "demam emas mini" untuk kota yang belakangan tidak terlalu beruntung.

Penemuan ini membawa angin segar bagi kota Kambalda yang berpopulasi sekitar 2.539 orang. Warga di komunitas yang terbentuk sejak penemuan tambang nikel pertama Australia pada tahun 1966, yang menghadapi masa sulit di mana ratusan warganya kehilangan pekerjaan akibat penutupan 4 tambang utama selama tiga tahun terakhir.

Kota Kambalda dari udara
Kota pertambangan Kambalda belakangan ini mengalami kesulitan akibat banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan penutupan tambang emas. (ABC Goldfields-Esperance: Mark Bennett)

Agen real estate Cheryl Davis, yang telah tinggal di Kambalda selama lebih dari 25 tahun, mengatakan penemuan itu telah meningkatkan semangat di kota tersebut.

"Jelas itu merupakan dorongan besar bagi kota kami yang telah menghadapi banyak kehancuran dan kesuraman," katanya.

"Semua orang bergembira dan membicarakan soal betapa baiknya kabar ini bagi kota kami, bahwa kota kami tidak akan mati. Kami menantikannya." tambahnya.

Sementara itu, Bob Fagan dari Asosiasi Prospektor Goldfield Timur mengatakan penemuan itu adalah impian setiap calon pembeli.

Mantan dosen geologi dari Departemen Pertambangan WA mengatakan bahwa hal itu dapat menarik lebih banyak penambang ke wilayah tersebut, serta investasi pertambangan untuk eksplorasi yang lebih dalam.

Dr Bob Fagan mengatakan kawasan itu sudah ada di peta sebagai provinsi emas yang terkenal di dunia dan penemuan sumber daya alam ini semakin memperkuat harapan akan ada lebih banyak emas yang menunggu untuk ditemukan.

"Ini menegaskan apa yang sudah kita ketahui - bahwa ini adalah daerah yang sangat kaya emas.

"Ini mungkin akan menarik lebih banyak penambang karena kami mendapat situasi di mana mereka berhasil menemukan emas senilai $ 3 juta hanya dalam waktu setengah hari. itu tidak terlalu umum dan anda harus sangat beruntung untuk bisa mendapatkannya." tambahnya.

Picu 'demam emas kecil'
alat pengebor tambang di danau garam
Eksplorasi oleh para penambang mencari emas di danau garam Lake Lefroy dekat Kambalda. (Supplied: Wade Johnson)

Sedangkan di mata pembeli emas asal Kaloloorlie, Angus Line publisitas global atas penemuan bongkahan emas di tambang Beta Hunt berpotensi memicu "demam emas mini".

"Akan ada lebih banyak eksplorasi, dan para penambang kecil dan pemegang sewa di daerah itu akan senang karena sesuatu yang sebesar ini hanya ditemukan beberapa kali dalam sejarah penambangan emas di seluruh dunia.

Angus Line juga memprediksi spesimen langka dari Beta Hunt akan mendapatkan harga yang bagus dalam pelelangan.

"Dengan kelangkaan peluang menemukan sesuatu sebesar ini, orang akan bersedia membayar berapapun harga yang ditawarkan [dan] sering harganya lebih tinggi daripada harga emas murni."

"Luasnya publisitas penemuan sejauh ini, dipastikan akan banyak pihak yang mengincarnya."

Penemuan ini juga telah mendorong pemilik tambang Beta Hunt asal Kanada mengurungkan niat mereka untuk menjual lahan tambang tersebut.

Beta Hunt terakhir dijual seharga $ 10 juta pada tahun 2013 ke perusahaan Australia Salt Lake Mining, yang diambil alih oleh RNC Minerals sekitar $ 18,5 juta dalam transaksi pada tahun 2016.

Tambang itu telah dipasarkan selama berbulan-bulan dan RNC Minerals yang berbasis di Toronto, Kanada telah melakukan pembicaraan intensif dengan sejumlah peminat.

Perusahaan itu kini meninjau ulang semua opsi, mereka diperkirakan akan menanti penawaran harga yang lebih tinggi atau mencari mitra usaha patungan yang potensial.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.





Tonton juga 'Momen Kapal Pencari Pesawat MH370 Berlabuh di Perth':

[Gambas:Video 20detik]


Temuan Emas Besar Rp 158 Miliar Picu Antusiasme di Australia Barat


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed