Laut Tasman adalah laut yang memisahkan antara Australia dan Selandia Baru.
Donaldson tampak kelelahan dan lusuh ketika dia mengangkat kedua tangannya dengan bangga hari Senin (2/7/2018).
Dia mendapat bantuan turun dari kayaknya oleh para pendukungnya setelah tiba di kota New Plymouth di Selandia Baru, dua bulan setelah dia meninggalkan Coffs Harbour di Australia.
Pria berusia 48 tahun ini menggambarkan perjalanan yang dilakukannya sebagai 'epik' dan ketibaannya di daratan Selandia Baru memberikannya pemandangan berbeda dari sebelumnya.
"Saya hanya melihat air, saya tidak tahu sudah berapa hari, itu saja yang saya lihat." katanya.
"Beberapa burung, juga ikan, namun kebanyakan hanya air."
Dia mengatakan pernah mengalami badai topan, dan bahkan pernah melihat hiu yang besar dan mengerikan.
"Di hari yang baik, saya mengayuh kayak selama 16 jam." kata Donaldson.
"Di hari yang buruk saya hanya bisa berlindung di dalam kabin. Di hari yang lebih buruk lagi, perjalanan malah mundur."
A map shows Mr Donaldson's route from Coffs Harbour to New Plymouth. (Supplied: Tasman Kayak)
Perjalanan sejauh 2200 kilometer tersebut sering diwarnai dengan badai yang kuat, dan Donaldson yang pernah mencoba melakukan hal yang sama di tahun 2014 terpaksa menghentikannya.
Ketika itu dia sudah tinggal 80 km lagi untuk mencapai daratan Selandia Baru sebelum kemudian dia harus diselamatkan lewat udara.
"Kami harus menyelesaikan ini." kata Donaldson sebelum dia meninggalkan Coffs Harbour di bulan April.
Dalam perjalanan kali ini Donaldson menggunakan kayak dari bahan carbon fibre, yang lebih ringan dibandingkan model sebelumnya, dan membawa makanan kering dalam perjalanan selama 62 hari tersebut.
Video Player failed to load.
AdventurerScottDonaldson iskayaking solofrom Australia...PlayAdventurer Scott Donaldson is kayaking solo from Australia to New Zealand ( ABC News )
Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini (ita/ita)











































