Commonwealth Bank Kehilangan Data Hampir 20 Juta Nasabah

Australia Plus ABC - detikNews
Kamis, 03 Mei 2018 09:15 WIB
Commonwealth Bank adalah salah satu bank terbesar di Australia. (ABC News: Margaret Burin)
Canberra -

Salah satu bank terbesar di Australia Commonwealth Bank mengungkapkan bahwa mereka kehilangan data hampir 20 juta akun namun mengatakan informasi mengenai nasabah itu tidaklah dalam bahaya.

Data mengenai nama nasabah, alamat, nomor akun dan detil transaksi yang pernah dilakukan dari tahun 2000 sampai 2016 disimpan dalam dua pita magnetik yang dimiliki oleh sub kontraktor Fuji-Xerox hilang tahun lalu.

Ketika Commonwealth Bank mengetahui insiden tersebut, mereka mengatakan memerintahkan penyelidikan 'forensik' independen untuk mengetahui apa yang terjadi dan kemudian memberitahu kantor Komisioner Informasi Australia (OAIC).

Penyelidikan memperkirakan bahwa besar kemungkinan pita magnetik tersebut sudah dihancurkan.

Angus Sullivan dari Commonwealth Bank mengatakan bahwa insiden itu sebagai hal yang tidak bisa diterima, namun mengatakan pita itu tidak berisi password atau nomor PIN nasabah, yang bisa membahayakan keamanan akun mereka.

"Saya ingin meyakinkan nasabah kami bahwa kami sudah mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi informasi milik mereka, dan kami meminta maaf atas kekhawatiran yang muncul atas insiden ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sebagai tindak berjaga-jaga, Commonwealth Bank mengatakan terus memantau 19,8 juta akun yang terlibat dan sejauh ini 'tidak menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan."

Tetapi bank tersebut tidak pernah memberitahu nasabah atas peristiwa tersebut, dan hanya muncul ke publik setelah BuzzFeed News memberitakan untuk pertama kalinya.

Sullivan mengatakan bank sudah mendiskusikan masalah tersebut dengan OAIC yang kemudian mengatakan bahwa kantor komisioner tidak akan melakukan tindakan lanjutan apapun.

Lihat berita selengkapnya di sini



(nvc/nvc)