Pemerintah Negara Bagian Queensland mengungkapkan rencana untuk membangun fasilitas pelatihan senilai $47 juta atau sekitar Rp 470 miliar yang akan dibangun di Wacol di Barat Brisbane. Fasilitas ini akan juga mencakup arena menyerupai jalan-jalan sipil untuk skenario pelatihan.
Tambahan 30 orang personil kontra terorisme dan 20 personil garis depan ini akan ditambahkan ke layanan tersebut, sebagai bagian dari komitmen pendanaan $108 juta atau setara Rp1,8 triliun yang digelontorkan Pemerintah Queensland selama empat tahun ke depan.
Tambahan personil ini akan membentuk kekuatan dengan total 11.900 orang personil tersumpah.
Komisaris Polisi Queensland, Ian Stewart mengatakan pelatihan khusus itu nantinya akan berfokus pada pengumpulan data intelijen dan de-radikalisasi.
"Tentu kita melihat terorisme berkembang sangat, sangat cepat," katanya.
"Kita selalu tahu bahwa teroris memperhatikan apa yang terjadi di lingkungan - seperti yang kami lakukan - dan kemudian mereka akan menyesuaikan diri.
"Kita perlu memastikan bahwa kita berada di depan mereka dan itulah mengapa kita membutuhkan staf ekstra, terutama yang terlatih dan fokus pada terorisme."
Stewart juga memerintahkan peninjauan terhadap strategi kontra-terorisme Queensland saat ini, yang akan disampaikan ke Pemerintah Negara Bagian pada akhir bulan ini.
"Kami sangat beruntung di negara bagian ini dengan rekan-rekan federal kami, dan dengan mitra yurisdiksi kami yang lain di sekitar Australia, karena berhasil menghentikan sejumlah peristiwa terorisme dan telah terjadi di media selama bertahun-tahun," katanya.
"Tapi kita harus terus menerus menyesuaikan kembali dan menilai kembali postur kita dan bagaimana kita akan mencoba dan mengalahkan terorisme di Queensland."
Menteri Utama NSW, Anastacia Palaszczuk mengatakan penanganan tambahan ini dilakukan menyusul terjadinya serangan teroris di seluruh dunia.ABC News: Josh Bavas
Menteri Utama Queensland, Annastacia Palaszczuk mengatakan bahwa tindakan ekstra tersebut dilakukan menyusul peristiwa serangan terorisme yang terjadi di seluruh dunia.
"Saya perlu memastikan bahwa dinas kepolisian memiliki sumber daya terbaik yang dibutuhkan untuk merespons masalah itu seiring dengan meningkat serangannya," kata Palaszczuk.
Pemimpin Oposisi, Tim Nicholls mengatakan bahwa dia mendukung langkah Pemerintah Negara Bagian.
"Tentu saja kita mendukung tindakan yang memerangi teror di jalanan kita dan di negara kita," kata Nicholls.
Diterbitkan pukul 15:50 WIB, 11/6/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.
(nvc/nvc)











































