Gadis 17 Tahun Tewas Diserang Hiu Disaksikan Keluarganya

Gadis 17 Tahun Tewas Diserang Hiu Disaksikan Keluarganya

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 19 Apr 2017 10:08 WIB
Gadis 17 Tahun Tewas Diserang Hiu Disaksikan Keluarganya
Victoria -

Seorang remaja puteri meninggal dunia setelah diserang ikan hiu di pantai yang popular sebagai tempat berselancar di pesisir Selatan Australia Barat. Polisi mengatakan peristiwa naas ini disaksikan sendiri oleh keluarga korban.

Remaja berusia 17 tahun itu tengah berselancar dengan ayahnya di Wylie Bay yang berlokasi beberapa jam dari Kota Esperance, sekitar Pukul 16.00 pada hari Senin (17/4/2017) ketika diserang seekor ikan hiu.

Ibu dan kedua saudaranya menyaksikan serangan tersebut dari pantai.

Sang ayah berhasil menarik puterinya ke pinggir pantai, namun tak lama kemudian sang puteri meninggal di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.

Keluarga ini berasal dari Kota Singleton di bagian selatan Perth, dan tengah berlibur di kawasan itu selama musim liburan Paskah.

Polisi di lokasi serangan hiu di Esperance
Polisi didatangkan ke lokasi serangan hiu pada Senin (17/4/2017) sore. (Fairfax Media: Caitlyn Rintoul)


Ini merupakan serangan ikan hiu kedua yang terjadi di wilayah Esperance dalam 2,5 tahun terakhir.

Peselancar Sean Pollard kehilangan lengan kiri dan tangan kanannya di kawasan yang sama pada Oktober 2014.

Dewan kota Esperance telah menutup pantai Wylie Bay dan Departemen Perikanan Australia Barat berencana melakukan patroli selama seharian penuh di kawasan tersebut.

Potongan papan selancar

Seorang anggota polisi Esperance, Sersan Ben Jeffes, memuji upaya yang dilakukan petugas pelayanan kedaruratan.

"Kondisi di sekitar lokasi penyerangan cukup buruk, tapi relawan dan layanan kedaruratan di sini dengan cepat merespons kejadian tersebut," katanya.

"Mereka tiba di sana dengan cepat. Namun meski upaya terbaik telah dilakukan untuk menyelamatkan remaja tersebut, sayangnya ia meninggal dunia tadi malam," jelasnya.

Ben Jeffes mengatakan ini merupakan saat-saat yang sulit bagi warga setempat.

"Kejadian ini cukup tragis. Ada kesedihan serta rasa kehilangan mendalam di masyarakat setempat. Ini kejadian yang amat buruk," katanya.

Sersan senior Ben Jeffes mengatakan seluruh bagian dari papan selancar korban sudah ditemukan.

"Kami akan menyerahkan potongan papan selancar korban ke Departemen Perikanan. Mereka akan berusaha mengidentifikasi jenis ikan hiu yang kita hadapi di sini. Proses itu akan membantu mereka dalam kegiatan patroli di lautan," jelasnya.

Rambu penutupan pantai dipasang setelah terjadi serangan ikan hiu di Esperance.
Pantai Wylie Bay di Esperance ditutup setidaknya selama 48 jam. (ABC News: Tara de Landgrafft)


Dia juga mendorong warga untuk sementara tidak beraktifitas dulu di perairan tersebut.

"Pesan ini harus disebarkan, jangan beraktifitas di perairan tersebut, saat ini perairan itu belum aman," tegasnya.

"Masyarakat tidak boleh berselancar, berenang atau menyelam di Pantai Wylie Bay selama 48 jam mendatang dan hingga pantai itu kembali dibuka untuk umum," katanya.

Warga bersimpati

Pejabat Esperance, Victoria Brown mengatakan kematian remaja ini merupakan kejadian terakhir dari serangkaian tragedi yang terjadi di wilayah tersebut.

Tragedi ini terjadi setelah banjir bandang bulan lalu yang menewaskan dua pria serta kebakaran lahan pada November 2015 yang merenggut nyawa 4 warga.

Victoria Brown mengatakan Kota Esperance masih berusaha untuk menerima rangkaian tragedi ini.

"Kami tidak punya pilihan jika berkaitan dengan kejadian-kejadian seperti ini," katanya.

"Anda harus bisa bangkit menghadapinya dan menyesuaikan diri dengan kejadian ini. Itulah yang kami lakukan saat ini," jelasnya.

"Namun sekali lagi, ini merupakan kabar menyedihkan, terenggutnya kehidupan indah dari gadis berusia 17 tahun, dengan keluarganya yang mengunjungi wilayah kami untuk merayakan Paskah," ujarnya.

"Semoga warga akan cepat pulih dari duka ini seperti sediakala. Tapi kadang kita berpikir ya Tuhan, berapa banyak lagi cobaan yang mampu kita terima'. Tapi saya sudah mengatakan sebelumnya dan saya akan menegaskannya kembali, kita ini warga yang tangguh!" ujarnya.

Drum pembatas dikaji ulang

Menteri Perikanan Australia Barat Dave Kelly mengatakan pembatas drum tidak digunakan dalam tahap ini untuk menangkap ikan hiu.

" Sikap kami sudah jelas kalau kita tidak melihat manfaat mengerahkan drum pembatas secara langsung, karena sebenarnya tidak membuat pantai kita lebih aman," katanya.

" Kami ingin fokus pada pencegahan hiu, yang dapat memberikan perlindungan sebenarnya bagi mereka yang paling berisiko," katyanya.

Dia mengatakan pemerintah mulai mengkaji ulang pedoman ancaman serius beberapa minggu lalu dan berharap dapat mengumumkan kebijakan tersebut dalam waktu dekat.

Drum pembatas dahulu digunakan oleh Pemerintahan Premier Barnett sebagai bagian dari strategi mitigasi serangan ikan hiu.
Diterjemahkan pada pukul 17:00 WIB, 18/4/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini