Threshold Choir, Paduan Suara Penghibur Pasien di Ambang Kematian

Threshold Choir, Paduan Suara Penghibur Pasien di Ambang Kematian

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 12 Apr 2017 16:30 WIB
Threshold Choir, Paduan Suara Penghibur Pasien di Ambang Kematian
Melbourne -

Inilah kelompok paduan suara yang mendedikasikan diri buat orang-orang yang menjelang kematiannya. Namanya kelompok Threshold Choir yang berharap bisa mengurangi kecemasan menjemput ajal.

Konsep paduan suara Threshold Choir ini pertama kali dimulai di Amerika pada tahun 2000. Sebuah buku lagu-lagu tentang 'kenyamanan' ditulis dan paduan suara lokal pun terbentuk.

Sekarang ada lebih dari 130 paduan suara Treshold Choir di seluruh dunia.

Paduan suara ini bernyanyi untuk pasien di fasilitas perawatan paliatif dan unit perawatan intensif, mengisi koridor rumah sakit atau kamar pasien dengan suara mereka.

Paduan suaraMelbourne

Pada suatu Rabu malam di bulan Maret, Melbourne Threshold Choir bertemu di Sunshine Hospital di pinggiran Melbourne. Mereka melakukan hal ini setiap bulan.

Threshold Choir sedang berlatih
Anggota paduan suara Treshold Choir berlatih sebelum bernyanyi untuk para pasien di Sunshine Hospital. (ABC Radio Melbourne: Fiona Pepper)


Mereka melakukan pemanasan di salah satu ruangan rumah sakit. Paduan suara dengan anggota tujuh atau lebih pria dan wanita setengah baya, berlatih repertoar dari lagu-lagu yang nantinya akan mereka nyanyikan bagi para pasien.

Jenny Batten, direktur musik Melbourne Threshold Choir, telah memimpin kelompok ini selama tiga tahun. Menurut dia, merupakan keistimewaan jika bisa menawarkan lagu yang menenangkan bagi pasien yang sudah sangat sakit.

"Paduan suara kami bukan tentang penampilan, juga bukan tentang ego. Bukan tentang kami sebagai individu. Melainkan tentang sekelompok orang yang berkumpul dengan satu tujuan yakni memberikan suara lembut dan menenangkan lewat lagu-lagu yang kami bawakan untuk para pasien," kata Jenny Batten.

Paduan suara ini mengunjungi pasien di malam hari sebelum jam kunjungan berakhir.

Batten mengatakan, dia yakin alunan paduan suara kelompoknya dapat membuat pasien beristirahat dan bersantai setelah seharian sibuk menjalani pengobatan.

"Saya rasa kami mampu memberikan ruang bagi mereka, membantu mereka beristirahat pada malam tersebut," katanya.

Menurut dia, bukan hanya pasien yang menemukan kenyamanan melalui lagu-lagu tersebut.

anggota Threshold Choir
Ketika anggota Treshold choir berjalan ke ruang ICU, mereka diberitahukan kalau mereka tidak akan pernah tahu apa yang akan mereka hampiri. (ABC Radio Melbourne: Fiona Pepper)


"Kami sering mendapat tanggapan positif dari anggota keluarga karena kenyamanan dirasakan bukan hanya oleh pasien, tapi juga keluarga saat kami bernyanyi di hadapan mereka," kata dia.

Pasien di ambang kematian

Batten mengisahkan pernah satu malam saat mereka bernyanyi di ruang ICU Sunshine Hospital. Ketika itu seorang pasien meninggal dunia.

"Kami bernyanyi di dekat tirai tertutup. Kami tidak menyadari apa yang terjadi di balik tirai itu. Saat kami akan berhenti, seorang staf keluar dan mengatakan 'tolong jangan berhenti, tetap lakukan apa yang sedang kalian lakukan. Pasien di balik tirai ini sedang sekarat'," katanya.

"Kami pun terus menyanyi. Kami hadir dan benar-benar mengisi ruang saat itu. Kemudian kami mendengar tangisan dari kerabat pasien. Kami tahu orang tersebut telah meninggal," ujarnya.

Koneksi spiritual

Salah seorang anggota Threshold Choir Melbourne, Mark Bradford, bekerja sebagai fisioterapis. Dia tertarik dengan sisi spiritual dari paduan suara ini.

"Ini merupakan inti sebenarnya dari kehidupan dan kematian seseorang. Paduan suara ini hadir untuk memenuhi aspek tersebut," katanya.

Para pasien

Seorang pasien bernama Kapila Devi (50) baru-baru ini didiagnosis menderita kanker hati.

Sebagai pasien dari unit perawatan paliatif di Sunshine Hospital, dia menyambut hangat paduan suara ke kamarnya.

Kapila Devi
Kapila Devi (50) didiagnosa menderita penyakit kanker hati pada September lalu. Dia menikmati mendengarkan alunan paduan suara dari tempat tidurnya. (ABC Radio Melbourne: Fiona Pepper)

Sambil berbaring di tempat tidurnya ketika paduan suara ini bernyanyi di latar belakang, Devi menjelaskan bahwa dia dahulu bekerja sebagai koki tetapi harus berhenti setelah jatuh sakit.

"Saya di sini karena memiliki kanker yang bersarang di dalam liver saya. Saat ini sudah masuk stadium 4. Tapi saya menerima kenyataan ini, karena saya sudah merasakan semua kesenangan dalam hidup saya," kata Devi.

Dia berbicara mengenai keluarganya. Katanya, dia baru saja menjadi nenek dan berharap dapat segera pulang ke rumah menghabiskan waktu dengan cucunya yang berusia tujuh bulan.

Dia mengatakan suaminya mendampinginya. "Tanpa dia, saya tidak akan mampu menjalani pengobatan ini," ujarnya.

Kapila Devi mengaku bukan penyanyi yang baik, namun mengatakan dirinya selalu menyukai musik.

"Musik ini menenangkan Anda. Setelah seharian menjalani segala sesuatu, rasa sakit dan hal-hal lain, musik membuat Anda melupakan semua itu," katanya.

Ketika kelompok paduan suara ini menuju ke ruang ICU, Lisa Martin (20an) yang merupakan anggota termuda di kelompok itu - menjelaskan mengapa dia bergabung dengan Melbourne Treshold Choir.

anggota termuda Treshold Choir
Lisa dan Will sejauh ini merupakan anggota termuda Threshold Choir. Lisa mengaku dirinya terhanyut oleh kelompok paduan suara ini setelah ibunya meninggal dunia. (ABC Radio Melbourne: Fiona Pepper)


"Ibu saya meninggal karena kanker pada April tahun lalu. Kami menghabiskan waktu selama dua bulan terakhir di unit perawatan paliatif," katanya.

"Saat berada di unit tersebut saya merasa ada kebutuhan yang teramat sangat untuk bernyanyi dan mendengarkan musik. Jadi saya mulai mencari di internet untuk mendapatkan paduan suara dan saya menemukan Threshold Choir," ujarnya.

Diterbitkan Rabu 12 April 2017 Pukul 11:00 AEST oleh Iffah Nurarifah dari artikel berbahasa Inggris.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads