Ilmuwan Australia Teliti Hubungan Gen dan Depresi

Ilmuwan Australia Teliti Hubungan Gen dan Depresi

Australia Plus ABC - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 14:19 WIB
Ilmuwan Australia Teliti Hubungan Gen dan Depresi
Canberra -

Jika Anda pernah dirawat karena depresi, sampel air liur dan jawaban survei Anda bisa bantu penyelidikan genetik dengan penyakit mental. Studi ini merupakan yang terbesar dunia

Lembaga The Australian Genetics of Depression Study telah diluncurkan, bertujuan mengidentifikasi gen yang mempengaruhi orang merasa depresi. Studi ini sebagai bagian dari kerjasama internasional.

Menurut peneliti utama Profesor Nick Martin dari Q-I-M-R Berghofer Medical Research Institute, hasil penelitian ini akan membantu menghilangkan dugaan dalam perawatan.

"Saat ini jika seseorang pergi ke dokter dalam kondisi depresi, mereka akan mendapatkan satu obat standar, yang membantu beberapa orang, tetapi tidak bagi kebanyakan dari mereka," ujar Profesor Martin kepada program Hack, milik ABC radio Triple J.

Profesor Martin mengatakan banyak orang yang perlu bereksperimen dengan obat berbeda, dan berusaha untuk menemukan yang cocok.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah mencoba dan lihat apakah perawatan tersebut berhasil atau tidak dan mencoba melakukan tes prediktif yang berdasarkan pada genetik."

Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi genetik tertentu pada DNA yang terkait dengan depresi. Ditemukan penyakit dapat terjadi turun menurun dalam keluarga.

Di saat faktor lingkungan juga memainkan peranan, tujuan penelitian adalah untuk lebih menargetkan pengobatan, dengan menggunakan genetika untuk memprediksi obat atau perawatan mana yang lebih bekerja bagi orang tertentu.

Bantuan terbesar adalah relawan

Untuk mendapatkan data yang mereka butuhkan, peneliti membutuhkan sekitar 20.000 peserta dewasa di seluruh Australia.

Kayla Gonzalez, 19 tahun, adalah seorang mahasiswa ilmu forensik dan musisi dari negara bagian Victoria.

Ia telah dirawat karena depresi sejak berusia 16 tahun, dan merupakan peserta awal dalam penelitian ini.

Kayla mengatakan penelitian ini sangat penting.

Kayla Gonzalez.

"Keluarga saya, dua sampai tiga generasi sebelumnya, memiliki sejarah baik depresi atau bipolar ... Jadi bagi saya, jika saya bisa terlibat dalam penelitian ini dan bisa memiliki anak-anak, dapat menghindari mereka dari depresi."

Ia menambahkan ia merasa beruntung, karena tidak harus dipusingkan dengan terlalu banyak obat-obatan, tapi ia melihat bagaimana hal tersebut telah melelahkan bagi ibunya.

"Melalui dugaan yang terus menerus malah memicu lebih banyak masalah. Saya rasa jika kita dapat memberantas ketidakcocokan dan mencari tahu apa yang bekerja baik bagi [tiap individu], maka akan memiliki dampak yang baik," katanya.

Dia mengatakan juga penelitian ini dapat membantu mencegah remaja bunuh diri.

Para peneliti telah mengajak lebih banyak orang seperti Kayla untuk ambil bagian dalam penelitian ini.

"Kita berada di tahapan dimana bantuan terbesar saat ini, bukanlah orang yang memberi uang pemerintah pada kami, walaupun ini diperlukan, tapi sebenarnya relawan dari masyarakat yang bersedia untuk membantu penelitian medis," kata Profesor Martin.

Obat baru

Jumlah pemohon resep obat antidepresan di Australia telah meningkat besar-besaran selama 10 tahun terakhir.

Profesor Martin mengatakan penelitian ini juga akan melihat efek samping dari obat antidepresan, termasuk bagaimana mereka mempengaruhi libido.

"Idenya adalah membuat obat baru yang mujarab tanpa efek samping yang tidak diinginkan," katanya.

"Saya berharap dalam waktu 10 tahun kita melihat manfaat dari obat ini."

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 10/04/2017 pukul 12:50 AEST, dari laporannya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads