Sekolah Islam Australia Selatan hanya memiliki sisa saldo $ 1,30 (atau setara Rp 15 ribu) di rekening bank mereka dan utang sebesar $ 200.000 (atau setara Rp 2 miliar), tapi kepala sekolah baru mereka akan membuat upaya terakhir untuk menyelamatkan sekolah di Adelaide ini dari penutupan.
Kadir Emniyet baru menjabat sebagai kepala sekolah selama lima hari dan mengatakan, sekolah yang berlokasi di West Croydon ini memiliki tiga rekening bank -satu rekening berisi 75 sen (atau setara Rp 7500), satu rekening lainnya berisi 55 sen (atau setara Rp 5500) dan rekening ketiga saldonya minus $ 200.000 (atau setara Rp 2 miliar).
"Kami tak memiliki uang tunai di rekening kami untuk melunasi utang. Secara finansial kami tak bisa melanjutkan aktivitas di luar hari Jumat," jelas Emniyet.
Para orang tua telah melepas sekitar 100 murid sejak Pemerintah Federal Australia mengumumkan pihaknya akan memangkas pendanaan sekitar $ 4 juta (atau setara Rp 40 miliar) karena sekolah ini gagal memenuhi syarat yang diminta oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan setempat.
Sekolah ini mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding terhadap penarikan dana federal.
Kepala sekolah baru mengadakan pertemuan darurat dengan para orang tua dari 550 siswa yang tersisa pada Sabtu (4/3/2017) malam lalu, dan mendesak agar mereka membayar biaya sekolah segera untuk membantu agar sekolah ini tak dinyatakan pailit.
Ia mengatakan, dana senilai $ 25.000 (atau setara Rp 250 juta) masuk pada hari Senin (6/3/2017) dan ia ingin mengagendakan pertemuan darurat dengan Menteri Pendidikan Australia Selatan untuk membahas opsi pendanaan dari negara bagian, dengan harapan untuk mendapat $ 600.000 (atau setara Rp 6 miliar).
"Penyebab masalah ini adalah dana negara bagian yang tak dibebaskan," sebut Emniyet.
Ia menjelaskan, "Kami memiliki kuasa hukum, kami memiliki tim 12 orang untuk masalah ini, dan kami sangat berharap bahwa kami akan memuaskan pemerintah federal dan pemerintah negara bagian."
"Saya sangat yakin bahwa para siswa dan 60 staf, beserta keluarga, tak boleh dihukum karena beberapa direksi atau staf di manajemen memiliki konflik, atau tak bisa bergaul atau salah mengurus keuangan sekolah," tambahnya.
Siswa kelas 3 SMA jadi prioritasPendanaan federal akan tetap berlangsung hingga akhir semester pertama, tapi sekolah ini memohon untuk tetap berlanjut sampai akhir tahun.
"Orangtua para siswa SMA kelas 3 benar-benar khawatir. Saya akan memohon kepada Menteri dan bahkan Perdana Menteri untuk membolehkan sekolah ini untuk berlanjut sampai akhir tahun," ungkap Emniyet.
"Mari luluskan para siswa ini dan mengakhirinya dengan tenang ... di akhir tahun, ketika semua orang akan memiliki kesempatan untuk mencari sekolah baru, melamar pekerjaan baru," tutur Emniyet.
Menteri Pendidikan Australia Selatan, Susan Close, mengatakan, sekolah Islam ini sudah diberitahukan secara tertulis bahwa tak akan ada pendanaan lagi, tapi dalam menanggapi email terbaru, Menteri Close sepakat untuk bertemu dengan perwakilan direksi.
Ia mengatakan, kondisi kepemimpinan dan ketidakstabilan pemerintahan yang baru-baru ini terjadi, serta kegagalan untuk mematuhi kondisi pendanaan, telah memaksa Pemerintah Negara Bagian untuk menghapus pendanaan itu.
Menteri Close sebelumnya mengindikasikan bahwa Pemerintah Negara Bagian melakukan investigasi sendiri atas tata kelola sekolah tersebut, tapi secara hukum tak bisa mendanai sekolah manapun ketika pendanaan federal dicabut.
Ia mengatakan, negara bagian tetap siap untuk membantu para siswa dalam melakukan transisi ke sekolah lain.
Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.
Diterbitkan: 16:55 WIB 07/03/2017 oleh Nurina Savitri.











































