Pencarian di bawah laut atas pesawat Boeing 777 yang menghilang bulan Maret 2014 dengan 239 orang di dalamnya, secara resmi berakhir hari Senin (23/1/2017), dengan kapal pencari Fugro Equator berlabuh di Perth.
Menteri Transportasi Australia Darren Chester dan sejawatnya dari Malaysia Liow Tiong Lai berada di atas kapal untuk mengucapkan terima kasih kepada para awak.
"Ini sudah merupakan usaha pencarian yang luar biasa, yang dilakukan di kawasan laut yang paling tidak bersahabat di dunia." kata Chester.
"Dalam beberapa kali pencarian di bawah laut ini para awak mengalami keadaaan dimana gelombang mencapai ketinggian 20 meter."
"Pencarian MH370 sudah menggunakan teknologi yang paling tinggi, dan melibatkan banyak bidang sains, dan juga melibatkan perilaku manusia yang heroik."
Hadiah ditarikMinggu lalu, Wakil Menteri Perhubungan Malaysia Abdul Aziz Kaprawi mengatakan bahwa pemerintah terbuka dengan usaha yang dilakukan oleh perusahaan yang bonafid yang ingin mencari bangkai pesawat MH370 tersebut, dan akan memberikan hadiah bagi yang menemukan moncong depan pesawat.
Besarnya imbalan tidak disebutkan, namun dalam keterangannya di Perth hari Senin (23/1), Liow mengatakan pernyataan itu adalah keputusan pribadi Wakil Menteri.
Menteri Perhubungan MalaysiaLiowTiong Lai. (ABCNews:BrianaShepherd)
"Pemerintah belum membuat keputusan. itu adalah pendapat pribadi wakil menteri, bukan dari pemerintah, kami tidak memiliki keputusan seperti itu." katanya.
Penyelidikan dilanjutkanPencarian sudah dilakukan di area seluas 120.000 km persegi, dan sementara beberapa pakar mengatakan pesawat itu besar kemungkinan berada di luar area pencarian, penyelidikan sekarang akan dengan cara yang berbeda.
"Penyelidikan akan berlanjut dalam hubungannya dengan analisa data lebih lanjut, dan bila ada serpihan pesawat yang muncul, kami akan bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk meneliti serpihan yang menarik dan juga melakukan analisa lebih lanjut dari data satelit." kata Chester.
Menteri Perhubungan Malaysia Liow Tiong Lao mengucapkan terima kasih kepada awak, kepada pemerintah Australia dan China yang sudah membantu usaha pencarian yang menghabiskan dana $ 200juta, di mana Australia memberikan dana $ 60 juta.
"Ini adalah pencarian terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah kedirgantaraan di dunia." kata Liow.
"Kami sangat sedih karena masih belum bisa menemukan lokasi pesawat dan kami harus menghentikan pencarian pada saat ini untuk menemukan bukti yang lebih terpercaya sebelum kami melakukan pencarian lanjutan."
Menteri Perhubungan Australia dan Malaysia di atas kapalFugroEquator. (ABCNews:BrianaShepherd)
Pencarian sejauh ini sudah menerima 25 serpihan, dari beberapa di antaranya berasal dari pesawat yang hilang.
Liow mengatakan bahwa pemerintahnya akan terus melanjutkan kerjasama dengan negara-negara di kawasan Afrika bagian Selatan dan pulau-pulau di sekitar itu untuk menemukan serpihan, dan menganalisa pola arus laut.
Tanggapan keluargaDarren Chester mengatakan dia sudah berbicara dengan beberapa anggota keluarga dari mereka yang berada di dalam pesawat MH370.
"Rasanya mustahil bagi kami untuk memahami sepenuhnya kesedihan dan penderitaan mereka selama tiga tahun terakhir, dengan begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan kami belum bisa memberikan jawaban pasti saat ini."
"Mereka sudah menghargai usaha pencarian, namun mereka tentu saja kecewa dan sedih bahwa kami belum bisa menemukan lokasi MH370."
Kedua menteri perhubungan dari Malaysia dan Australia ini akan bertemu dengan keluarga para korban MH370 langsung hari Senin.
Diterjemahkan pukul 16:20 AEST 23/1/2017 oleh Sastra Wijaya. Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini (nwk/nwk)











































