Brisbane Dilanda 39 Ribu Sambaran Petir pada Rabu Pagi

Brisbane Dilanda 39 Ribu Sambaran Petir pada Rabu Pagi

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 21:42 WIB
Brisbane Dilanda 39 Ribu Sambaran Petir pada Rabu Pagi
Brisbane - Sekitar 39 ribu sambaran petir terjadi di Brisbane, ibukota Queensland, Australia, hari Rabu (7/12/2016) pagi, yang membangunkan banyak warga di sana.

Badai ini bermulai dari Toowoomba sekitar 125 km dari Brisbane dari tengah malam sebelum kemudian bergerak ke arah Brisbane sekitar jam 3 pagi.

Sambaran petir ini berlangsung selama satu jam dan dimulai jam 2 pagi.

Banyak netizen yang kemudian menulis di sosial media bahwa mereka terbangun karena badai tersebut.

"Wah, petir ini mencengangkan sekali pukul 2.30 pagi," demikian tulis Rosemary Allie di Manly West.

"Sekarang, tolong seseorang ambil palu Thor, karena kami ingin tidur, dan tidak mau mendengar suara petir ini yang terus menerus," tambahnya.

Pasokan listrik sempat terputus ke sekitar 7 ribu rumah, namun sekarang hampir semua sudah pulih.

Tetapi peramal cuaca dari Biro Meteorologi (BOM) Sam Campbell mengatakan badai ini juga mengakibatkan turunnya hujan.

"Akan ada sedikit hujan. Hujan itu sebentar namun lebat," katanya.

"Semua badai ini tidak bisa disebut kuat, jadi kami hanya memantau saja," kata Campbell.

Cara menghitung jumlah petir

Danny Donald dari perusahaan energi Energex mengatakan terjadi 39 ribu kali sambaran petir dari awan ke daratan selama badai tersebut.

Separuh dari petir trsebut terjadi di Gold Coast, dengan 3 ribu lainnya di Barat Brisbane, dan 1500 petir di Brisbane.

There were almost 10,000 lightning strikes during storms across south-east Queensland early this morning.
Terjadi sekitar 10 ribu sambaran petir diQueensland Tenggara hari Rabu pagi.Supplied:RebekaPowell

Energex meminta kepada lembaga pemantau cuaca Weatherzone untuk menghitung jumlah sambaran petir.

Donald mengatakan Weatherzone memiliki 10 antena di berbagai daerah yang bisa digunakan untuk menghitung tiap kali petir menyambar.

"Setiap petir memiliki apa yang disebut tanda yang jelas," katanya.

"Setiap petir itu mengirimkan denyut magnet listrik," ujar Donald seraya menambahkan, "Dari perhitungan trigonometri, kami bisa mengetahui di mana terjadinya petir dalam jarak 200 meter."

"Dengan itu kami bisa mengetahui kekuatannya dan dimana petir itu bisa merusak jaringan yang kami punyai," jelasnya.

Diterjemahkan pukul 14:00 AEST 7/12/2016 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini (nwk/nwk)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads