Pemimpin Australia Perlu Pahami Indonesia

Pemimpin Australia Perlu Pahami Indonesia

Australia Plus ABC - detikNews
Selasa, 29 Nov 2016 19:30 WIB
Pemimpin Australia Perlu Pahami Indonesia
Bandung - Kawasan pedesaan dan pedalaman Australia dianggap menghadapi perubahan yang kompleks mengikuti situasi lingkungan dan sosial global yang dinamis. Karenanya dibutuhkan pemimpin-pemimpin di kawasan pedalaman dan pedesaan yang bisa miliki pengaruh dalam perubahan dan perkembangannya.

Federasi Pertanian Nasional di Australia menyebutkan dalam 20 tahun ke depan bahwa pertumbuhan populasi membutuhkan makanan lebih banyak, yang jumlahnya meningkat 50 persen dari jumlah saat ini. Disebutkan ada sejumlah tantangan, termasuk meningkatnya kebutuhan mineral, energi, dan air.

Sebuah yayasan bernama Australian Rural Leadership Foundation mencoba menyiapkan pemimpin-pemimpin di kawasan pedesaan dan pedalaman lewat Australian Rural Leadership Program (ARLP). Program ini sudah berjalan hampir 25 tahun dengan membuat pelatihan bagi 31 pemimpin dari berbagai sektor dan industri di kawasan pedesaan dan pedalaman seluruh benua Australia.

Peserta ARLP Course 22 berkunjung ke Indonesia, tepatnya ke Bandung pada bulan Mei 2016
PesertaARLPCourse 22 berkunjung ke Indonesia, tepatnya ke Bandung pada bulan Mei 2016. Foto:Facebook,AustralianRuralLeadershipFoundation

"Mereka yang mengikuti program ini sudah terbukti kepemimpinannya di sektor masing-masing, sehingga yang mereka dapatkan bukanlah pengembangan karir... tapi lebih pada kemampuan berkomunikasi misalnya, jadi bukan soal menjalankan bisnis," ujar Graham Smith, fasilitator program kepada Erwin Renaldi dari Australia Plus.

"Tujuan dari program ini adalah agar para pemimpin kita dari kawasan pedalaman dan pedesaan memiliki pandangan mendunia," kata Graham.

"Kami berharap setelah selesai dari program ini mereka akan dapat menerapkan pengalaman dan ilmu soal kepemimpinan yang sudah didapatkan.

Karenanya dalam program ini juga diadakan kunjungan ke sejumlah negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Sejak tahun 2013, ARLP telah melakukan kunjungan ke Indonesia. Menurut Graham kunjungan ke Indonesia setidaknya akan dilakukan selama lima tahun.

"Indonesia berkembang pesat dan menjadi penting bagi Australia, mulai dari perdagangan dan kedekatan kita. Kedua negara juga termasuk dalam negara-negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara."

Kegiatan Australian Rural Leadership Program mencoba untuk meyakinkan bahwa kawasan pedesaan Australia dapat membawa perubahan dan membangun jaringan diantara pemimpin dari berbagai industri dan sektor.
KegiatanAustralianRuralLeadership Program mencoba untuk meyakinkan bahwa kawasan pedesaan Australia dapat membawa perubahan dan membangun jaringan diantara pemimpin dari berbagai industri dan sektor. (Foto:Facebook,AustralianRuralLeadershippFoundation)

Bulan Mei 2016 lalu para peserta ARLP angkatan ke 22 berkunjung kawasan Pangalengan, Arjasari, Rancabali, dan Jatinangor di provinsi Jawa Barat dengan difasilitasi Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (UNPAD).

"Mereka mendapat pengalaman menarik dan pandangan yang berbeda soal Indonesia, termasuk mengenal kultur Islam di Indonesia yang unik... karena tidak sama dengan kultur Islam di Timur Tengah, misalnya. Jadi Indonesia sangat spesial" - Graham Smith.

Graham juga mengaku beberapa peserta sebelumnya hanya mengetahui soal Indonesia dan Islam dari media, tetapi setibanya di Indonesia dengan melihat dengan kepala matanya sendiri, masing-masing jadi memiliki opininya sendiri-sendiri.

"Yang terpenting dengan kunjungan ke Indonesia, mereka bisa membangun hubungan baik sebagai teman atau secara profesional, untuk kemudian menjalin dagang atau bisnis," tambahnya.

Program ini pun memiliki rencana untuk terus dikembangkan, salah satunya dengan bermitra dan membawa pemimpin-pemimpin di Indonesia. Selain itu mereka juga akan berkolaborasi dengan industri yang lebih spesifik, seperti bersama asosiasi sektor perkebunan anggur atau daging. (nwk/nwk)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads