Aneka Wajah di Chinatown Kota Sydney

Aneka Wajah di Chinatown Kota Sydney

Australia Plus ABC - detikNews
Selasa, 22 Nov 2016 15:27 WIB
Aneka Wajah di Chinatown Kota Sydney
Sydney -

Di ujung selatan pusat Kota Sydney, Australia, terletak Chinatown dengan beragam toko dan restoran populer baik bagi warga setempat maupun para turis. Presenter TV Bei Aixinjueluo, Chloe Wang, serta Helen Zhang Yuan dari Shanghai Media Group berkunjung ke sana dan menemui sejumlah warga dan mengungkap hubungan mereka dengan daerah itu.

Kisah Michelle Yen

Michelle Yen made the decision to come to Australia to study psychology, and now works in Sydney's Chinatown.
Michelle Yen memutuskan kuliah psikologi di Australia dan kini bekerja di Chinatown Kota Sydney. (Bei Aixinjueluo, SMG)

Michelle Yen memutuskan datang ke Australia untuk belajar psikologi karena dia minatnya memang demikian. Wanita berusia 21 tahun itu kini tinggal dan belajar di Sydney selama sekitar dua tahun, dan bekerja di sebuah toko di Chinatown karena dia menyukai hal-hal indah. Ketika mengalami hari yang buruk dia tinggal mencium aroma lilin yang dijual di toko itu dan akan merasa lebih baik.

Dalam dua tahun ini dia bertemu berbagai macam orang dari seluruh dunia yang datang ke toko itu. Dengan kepribadian dan latar belakang mereka yang berbeda, Michelle suka ngobrol dengan mereka karena suka mendengar pengalaman mereka yang unik.

Michelle mengaku banyak belajar dari semua orang baru ia temui.

"Kita semua ingin melihat kebaikan dalam hidup ini, namun ada saatnya juga ketika Anda memiliki pengalaman buruk. Hanya dengan mengalami saat-saat seperti itu akan membuat kita lebih menghargai masa-masa indah," kata Michelle.

Kisah Michael

27-year-old Michael Cao from Shanghai, China, came to Sydney a few years ago to study finance at UTS.
Michael Cao (27) berasal dari Shanghai, China, datang ke Sydney untuk kuliah di jurusan keuangan UTS.(Chloe Wang, SMG)

Michael Cao berasal dari Shanghai. Orang tuanya tidak pernah menyangka anak mereka bisa jadi anak muda independen dan mendapatkan pengalaman hidup di luar negeri.

Beberapa tahun lalu, Michael lulus sarjana sebelum melanjutkan studi master di bidang keuangan. Orang tuanya hanya memberinya uang kuliah dan biaya hidup, sehingga dia harus bekerja mendapatkan uang sambil belajar.

Michael bekerja di restoran, mencuci piring, melayani pelanggan dan bahkan memasak di restoran untuk mendapatkan uang tambahan untuk mendukung hidupnya di Sydney.

Dia menyukai kehidupan barunya di Australia, tetapi juga sangat merindukan keluarganya sangat. Pada Tahun Baru Imlek ini, orang tuanya menelpon dari Shanghai dengan neneknya yang berusia 80 tahun. Sang nenek menangis karena dia sangat merindukannya, dan dia pun menangis.

Michael percaya seberapa jauh pun dia dari keluarganya, mereka akan selalu berada di hatinya.

Kisah Shane

Tea is big part of Shane's daily life, and he hopes to share that with people.
Teh jadi bagian penting kehidupan Shane. (Bei Aixinjueluo, SMG)

Shane Shu datang ke Australia 10 tahun lalu sebagai mahasiswa akuntansi. Saat kuliah dia berencana memulai usaha kecil-kecilan untuk mendapatkan uang tambahan dan pengalaman dalam hidup. Shane mulai menjual teh Fujian terkenal di pasar, yang dipasok oleh keluarganya di China.

Tiga tahun yang lalu Shane membuka toko teh di Chinatown dengan satu tujuan: mendidik warga Australia begitu pula warga tentang teh China dan budayanya.

Teh adalah bagian dari kehidupan sehari-harinya dan berharap bisa berbagi dengan orang lain.

"Kopi, anggur dan teh. Inilah tiga hal penting dalam hidup. Saya sedih melihat banyak orang, termasuk orang China di Australia, tidak mengetahui banyak tentang teh kami," kata Shane Shu.

Kisah Phillip

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

23-year-old Phillip Yang is from China's Henan Province,in Zhengzhou, and only arrived in Sydney three weeks ago.
Phillip Yang (23) berasal dari Zhengzhou, China, baru tiba di Sydney beberapa pekan lalu. (Chloe Wang, SMG)

Phillip Yang tiba di Sydney hanya enam minggu lalu. Itulah pertama kalinya dia ke luar negeri, dan juga pertama kalinya tinggal sendirian.

Dia siap menghadapi tantangan baru dalam hidupnya.

Pria berusia 23 tahun oini ikut sekolah bahasa karena masih mengembangkan keterampilan bahasa Inggrisnya. Begitu lulus tes dia akan mendaftarkan diri untuk studi master di bidang teknologi informasi.

"Saya benar-benar ingin menjalani hidup saya di sini, untuk belajar dan melihat cara hidup Australia," jelas Phillip Yang.

Phillip sangat beruntung karena pemilik tempat tinggalnya membuat kue Yunani untuknya, yang menurutnya sama seperti kue tradisional China, membuat dia merindukan masakan ibunya.

Kisah Lan

Lan came to Australia in 2006 in search of a better lifestyle and more opportunities.
Lan dan keluarganya pindah ke Australia di tahun 2006.

Lan adalah seorang ibu berusia 29 tahun untuk anaknya tiga orang anak perempuan yang masih muda.

Ia bertemu suaminya di Beijing dan mendiskusikan apakah akan hidup bersama di China atau Australia. Mereka memutuskan bahwa untuk makanan yang baik dan kualitas udara, Australia adalah tempat yang baik untuk membesarkan anak-anak mereka. Pendidikan dan pensiun juga jadi pertimbangan, sehingga mereka akhirnya memutuskan ke Australia.

Mereka memulai usaha toko salad pada tahun 2011 dan Lan segera populer di kalangan pelanggan.

Sekarang mereka memperluas usahanya jadi tiga waralaba di Sydney dan satu di Melbourne, dengan berencana membuka satu di Brisbane.

Lan baru saja menerima kewarganegaraan Australia dan dia percaya "hidup harus sederhana dan bahagia".

Kisah Cecilia

In the last 12 months Cecilia has worked hard to grow her nail art business.
Cecilia bekerja keras dalam setahun terakhir mengembangkan bisnis perawatan kuku. Supplied.

Cecilia datang ke Australia pada tahun 2007 dari Liaoning, China.

Ia kuliah teknik sipil di Universitas Wollongong, dan melanjutkan gelar master di bidang akuntansi dan keuangan. Setelah lulus, dia bekerja sebagai pegawai di bank dengan gaji lumayan.

Ia bertemu dengan suaminya yang juga seorang mahasiswa China yang sedang PhD. Mereka pun menikah.

Mereka memiliki anak dan kehidupan mereka tampak sederhana dan indah. Tapi Cecilia mencari tantangan berikutnya dalam hidup.

Dengan mitra bisnis yang ahli manikur dan pedikur, dia memulai usaha perawatan kuku tahun lalu. Mereka ingin membantu gadis-gadis di Sydney memiliki kuku lebih indah.

"Aku benar-benar beruntung ... setiap hari penuh sehingga ... kami mencari tempat lebih besar untuk mengembangkan usaha kami," kata Cecilia.

Bei Aixinjueluo, Chloe Wang, dan Helen Zhang Yuan merupakan presenter TV dari Shanghai Media Group di China. Mereka datang ke Australia untuk pertukaran budaya atas undangan ABC International.

Diterbitkan Pukul 15:00 AEST 22 November 2016 oleh Farid M. Ibrahim.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads