Phyllis Lee, yang lahir pada tahun 1907 merupakan salah satu penduduk tertua di Queensland, Australia. Anaknya, David Lee, mengatakan membeli hadiah ulang tahun bagi ibunya itu tidaklah sulit.
"Coklat paling teratas. Dia selalu menyukai makanan yang manis," kata David mengenai hadiah kesukaan ibunya.
Sepanjang hidupnya Phyllis telah melewati dua perang dunia, era depresi besar, dan kemajuan teknologi yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.
Sebagian masa-masa itu dilewatinya di kota Stantthorpe, Queensland, yang kaya dengan kandungan granit.
"Hidup yang baik dan bersih," adalah jawaban yang selalu diucapkan Phyliss setiap kali ditanya rahasia bisa berumur panjang.
"Jangan merokok, jangan minum minuman keras, banyaklah minum teh," ujarnya.
David menambahkan, "Dan saya yakin ibuku tidak akan berumur panjang seperti ini tanpa perawatan dari warga setempat".
Tetap aktifJika berkunjung ke Carramar Hostel, Anda mungkin akan menemui penduduk tertua di Kota Stanthorpe ini tengah meluncur di koridor Carramar Hostel dengan kursi rodanya.
"Dia selalu berkata kepada [perawat] perempuan di sini, cepat, cepat, cepat," kata Leonie Cosmo, perawat di panti jompo tersebut.
"Dia mengayuh sendiri kursi rodanya di sepanjang koridor, dan saya kira hal itu membuatnya termotivasi dan sehat. Semuanya serba cepat bagi Phyllis!" tambah sang perawat.
Phyllis Lee juga tetap berolahraga di usianya yang sudah 109 tahun.
"Para pegawai tak bisa mengimbanginya dalam olahraga tenis meja. Dia punya kekuatan besar bagi perempuan di usianya," kata Cosmo lagi.
Selama bertahun-tahun, Phyllis dikenal warga setempat karena kemampuan memasak dan kerajinan tangannya.
"Ibuku pemasak ulung dan pernah masuk dalam acara lokal karena masakan dan kerajinan menjahitnya dan sering memenangkan hadiah," ungkap David.
Sepanjang hidupnya Phyllis memiliki 5 orang anak, 17 cucu, 58 cicit dan satu orang piut.
"Mengikuti perkembangan melalui semua acara ulang tahunnya, merupakan hal besar," kata David.
Sementara itu menurut perawatnya, belakangan ini Phyllis jarang bicara.
"Tapi dia masih membaca puisi. Matanya sedikit menyulitkan dia belakangan ini, tapi sebelumnya dia suka duduk dan membaca," kata Cosmo.
"Seringnya, dia suka membaca kitab suci dan melihat album foto dari semua pesta ulang tahunnya dari tahun ke tahun," tambahnya.
Menetap di kota kelahiranIklim yang dingin di Stanthorpe menjadi pilihan bagi veteran perang yang dipulangkan dari dinasnya akibat menderita paparan gas mostar [dari senjata kimia].
David Lee mengatakan iklim kota ini cocok juga dengan keluarganya, dan dia senang ibunya tetap bisa tinggal di sini.
"Dia tidak berobat meski terpapar oleh badai flu yang membuat semua orang sakit," katanya.
Panti Carramar Hostel merupakan satu-satunya rumah jompo yang membuka pelayanan di kota tersebut.
"Ironisnya satu-satunya rumah panti yang lain telah berhenti beroperasi tahun lalu," kata Anna Ward, manager layanan pada organisasi Churches of Christ Care.
"Penduduk lansia di panti itu terpaksa harus dipindahkan, dan beberapa dari mereka terpaksa pindah ke kota besar," tambahnya.
Fasilitas rumah pelayanan lansia itu akan memulai proyek perluasannya, di saat warga lainnya memasuki perayaan ulang tahun mereka yang ke-100.
"Jika Anda berasal dari daerah tersebut, tempat dimana anda tinggal itu akan sangat berarti. Tak peduli berapa usia Anda dan hal ini juga menyulitkan keluarga untuk berkunjung jika Anda harus pindah untuk mendapat perawatan," kata Ward.
Di sela-sela menerima kunjungan keluarga dan teman-teman serta aktif bergerak di kursi rodanya, Phyliss Lee juga memiliki misi lain.
"Dia benar-benar suka permen," kata Cosmo. "Jika kami tidak menyembunyikan sachet gula, dia akan menuangkan seluruh isinya ke dalam tehnya."
Diterbitkan Pukul 07:00 WIB, 9/11/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.














































