Berbicara tak lama setelah Trump menyampaikan pidato kemenangannya di New York, PM Turnbull menekankan bahwa AS akan tetap berkomitmen pada komunitas global.
"Pemerintahan Amerika Serikat, pemerintahan Trump, seperti pemerintahan Obama, akan bertindak sesuai dengan kepentingan nasional Amerika," sebut PM Turnbull.
"Perdana menteri dan presiden, anggota kongres dan senator silih berganti, tetapi kepentingan bangsa terus berlanjut dan persekutuan antara Australia dan Amerika Serikat diatur dalam kepentingan nasional kedua negara," tuturnya.
PM Turnbull menyatakan, retorika Trump mungkin melunak sekarang mengingat ia akan segera menduduki Gedung Putih.
"Sangat penting untuk diingat bahwa pengamatan besar yang disampaikan politisi Amerika lainnya, bahwa mereka -ia berbicara tentang politisi Amerika βia mengatakan,'kami berkampanye dalam puisi, tapi kami memerintah dalam bentuk prosa'," utara PM Turnbull.
"Apakah Anda menganggap perdebatan dalam kampanye terakhir Amerika ini sebagai puisi, faktanya adalah bahwa ketika pemerintahan bertugas, ketika presiden berkuasa, ia dihadapkan pada realitas kepentingan nasional Amerika Serikat, realitas strategis yang dihadapi Amerika Serikat," sebutnya.
Sebelumnya, PM Turnbull sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada media, tak lama setelah pidato kemenangan Trump di New York.
"Ikatan yang menghubungkan Australia dan Amerika Serikat begitu dalam, mereka kuat, mereka didasarkan pada kepentingan nasional kita," kata PM Turnbull.
Ia lantas menuturkan, "Politisi dan pemerintah, anggota kongres, senator, perdana menteri dan kabinet, silih berganti, sesuai kehendak rakyat Australia dan Amerika Serikat."
"Tapi ikatan di antara kedua negara kita, kepentingan bersama kita, kepentingan nasional kita bersama, begitu kuat, begitu penuh komitmen sehingga kita akan terus bekerja sama dengan teman-teman kita di Amerika Serikat di pemerintahan Trump," tambahnya.
Perdana Menteri memuji pidato kemenangan Trump kepada para pendukungnya setelah kandidat Demokrat, Hillary Clinton, mengakui hasil Pemilu.
"Saya paham bahwa warga Australia telah dihadapkan dengan intensitas pertarungan politik di Amerika Serikat," kata PM Turnbull.
"Presiden terpilih Trump sendiri menggambarkannya sebagai berada dalam periode kampanye yang buruk, dan begitu pula tentunya menurut standar kita, itu sangat buruk," lanjut PM Turnbull.
"Anda sudah melihat caranya untuk berusaha menyatukan warga Amerika bersama-sama," imbuh sang Perdana Menteri.
PM Turnbull juga berterima kasih kepada Presiden Barack Obama, yang akan tetap menjabat hingga akhir Januari 2017.
Informasi kunci
β’ Malcolm Turnbull mengatakan, hubungan yang mengikat Australia dan AS begitu mendalam dan kuat
β’ Pemimpin Oposisi Australia, Bill Shorten, mengatakan, Australia menghormati keputusan warga Amerika tapi berjanji untuk menolak diskriminasi
β’ Australia dianggap sebagai sekutu kuat yang terpercaya bagi AS, sebut Menlu Julie Bishop.
Hasil Pemilu AS dinilai timbulkan konsekuensi bagi Australia
Pemimpin Oposisi Australia, Bill Shorten, mengeluarkan pernyataan di Facebook atas kemenangan Donald Trump.
"Setiap kali rakyat Amerika Serikat memilih presiden baru, itu memiliki konsekuensi bagi dunia -dan bagi Australia," tulis Bill.
"Rakyat Amerika telah memilih dan Australia akan selalu menghormati keputusan mereka. Warga Australia juga harus tahu persekutuan kita dengan Amerika Serikat telah tumbuh dan berkembang selama tujuh dekade. Tak peduli siapa yang berkuasa," utaranya.
Meski demikian, Bill Shorten tak mencabut komentar sebelumnya tentang Donald Trump, seperti ketika ia mengatakan bahwa Trump memiliki beberapa pandangan yang "benar-benar tak masuk akal".
"Jika saya melihat perempuan yang tak dihargai, saya akan menolaknya," tulis Bill.
"Jika saya melihat orang-orang didiskriminasi karena warna kulit mereka atau agama mereka, saya akan menolaknya. Sebagai Perdana Menteri alternatif negara ini, warga Australia berhak tahu sikap saya."
Menlu Bishop: Australia sekutu AS yang kuat dan terpercaya
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, menyampaikan komentar PM Turnbull, dan mengatakan bahwa AS telah menjadi "penjamin perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan kami".
"Australia dianggap sebagai sekutu Amerika Serikat yang kuat dan terpercaya, dan saya berharap bahwa Presiden Trump akan terus menganggap Australia dalam kapasitas itu," kata Menlu Bishop.
Ia menerangkan, "Dan kami pasti mengontak Tim Keamanan Nasional, tim transisi Trump, untuk memastikan bahwa kepentingan Australia secara ekonomi, secara strategis, keamanan nasional, pertahanan kami telah dipahami oleh pemerintahan baru ini sejak awal awal."
Menteri Luar Negeri Bayangan Australia, Penny Wong, mengatakan, AS yang dipimpin Trump perlu menjaga fokusnya pada Asia-Pasifik.
"Jadi, salah satu hal yang akan terus kami tegaskan, dan yang saya percaya didukung kedua belah pihak, sesuatu yang kedua belah pihak dari pemerintahan akan terus lanjutkan, adalah dorongan bagi AS untuk tetap terlibat kawasan ini," sebut Senator Penny Wong.
"Kami berpikir bahwa ini merupakan kepentingan Australia, kami berpikir bahwa ini adalah kepentingan Amerika dan ini adalah kepentingan dunia," imbuhnya.
Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.
Diterjemahkan: 17:30 WIB 09/11/2016 oleh Nurina Savitri. (nwk/nwk)











































